Banyak institusi dengan berbagai macam pelayanan yang dimiliki dunia, namun hanya ada satu istitusi rohani yang digunakan Tuhan sebagai wadah pelayanan rohani yakni gereja. Gereja adalah institusi rohani yang dilindungi dan dipelihara Tuhan dari campur tangan Setan dan orang-orang yang tidak bertanggungjawab maupun dari kuasa alam maut apapun (Matius 16: 18). Kondisi demikian menghambat program kerja Setan untuk menyesatkan manusia, sehingga Setan pun mendirikan gereja tandingan dengan berbagai aturan yang dibuat manusia dengan kelicikan yang menyesatkan (Kolose 2: 16-23, Efesus 4: 14).
Tuhan Yesus menyebutnya lalang yang tumbuh diantara gandum (Matius 13: 24-30), itulah gambaran gereja Tuhan dan gereja Setan yang tumbuh bersama-sama. Alkitab adalah otoritas tertinggi bagi gereja Tuhan, sedangkan gereja Setan memegang ketetapan atau aturan-aturan manusia sebagai landasan iman dan pengajaran mereka. Pengaruh iman dan ajaran gereja sangat besar dalam kehidupan, bahkan menentukan tujuan akhir hidup seseorang, salah memilih gereja berarti menentukan hidupnya untuk ke Neraka (Galatia 5: 3-4).
Oleh sebab itu, orang yang sudah diselamatkan (lihat tulisan saya: Engkau Harus Dilahirkan dari Air dan Roh) memiliki tanggungjawab mencari gereja yang benar atau yang Alkitabiah supaya imannya tetap terpelihara dalam ajaran Kristus yang sejati. Ciri gereja yang Alkitabiah;

I. LOKAL

Gereja identik dengan jemaat, bila gereja mengacu pada milik Tuhan maka jemaat mengacu pada kumpulan orangnya, jadi gereja adalah kumpulan orang milik Tuhan. Tuhan Yesus menyebutnya jemaatKu dalam Matius 16: 18, jemaat berasal dari kata ekklesia (bahasa yunani) yang berarti kumpulan orang. Ada dua jenis jemaat, Jemaat milik Tuhan adalah kumpulan orang yang sudah dilahirkan kembali dan jemaat milik duniawi adalah kumpulan orang dunia (Kisah Para Rasul 19: 32, 39).
Dari etimologi (ilmu akar kata) sudah jelas bahwa jemaat adalah kumpulan orang, bukan kumpulan wilayah atau kumpulan organisasi. Tuhan Yesus memperjelasnya dalam Matius 18: 20, dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka, orang yang berkumpul ini adalah jemaat Tuhan. Oleh sebab itu, jemaat yang Tuhan kehendaki ialah jemaat lokal yakni kumpulan orang lahir baru dalam satu tempat. Sistem kepausan dan sinode yang sudah dijalankan banyak gereja-negara bertentangan dengan ajaran Alkitab, dan pastinya gereja-gereja yang demikian memiliki kesepakatan aturan-aturan yang ditetapkan manusia (Kolose 2: 20-23), orang yang sudah dilahirkan kembali jelas tidak akan mengabungkan dirinya ke dalam organisasi buatan manusia ini.

II. INDEPENDEN

Kepala gereja lokal ialah Tuhan Yesus Kristus (Efesus 5: 22) dan konstitusi atau undang-undang dasar jemaat lokal ialah Alkitab (perkataan para rasul dan para nabi, efesus 2: 20), segala sesuatu yang berhubungan dengan ajaran dan ketetapan gereja harus berdasarkan Alkitab dan dapat dipertanggungjawabkan dihadapan kepala jemaat yakni Tuhan Yesus Kristus.
Tidak dibenarkan campur tangan atau intervensi pihak asing dalam hal apapun di jemaat lokal, terutama orang-orang duniawi (1Korintus 6: 1-9). Jemaat lokal harus independen dalam segala hal, tidak mencampurkan persoalan iman dan negara atau menyelesaikan urusan iman berdasarkan konstitusi negara, namun anggota jemaat harus patuh kepada pemerintah dalam urusan sosial-masyarakat.
Jemaat lokal memegang lisensi tertinggi sekolah theologia, kurikulum dan mata kuliah sekolah theologia harus selaras dengan ajaran Alkitab, karena sekolah theologia melahirkan dan mendidik pemimpin iman atau pekerja di institusi rohani bukan pemimpin pemerintah atau pekerja di institusi pemerintahan. Apabila pemerintah menuntut linsensi, maka hal itu harus berhubungan dengan hubungan sosial-masyarakat bukan iman atau pengajaran kurikulum sekolah theologia.
Banyak gereja yang tidak memiliki sekolah theologia dan banyak sekolah theologia yang tidak bernaung di bawah gereja, sehingga banyak gereja kehilangan identitas ajaran dan banyak theolog yang lupa identitas sebagai pemimpin atau pekerja rohani. Kondisi ini diakibatkan oleh pengabaian prinsip gereja lokal yang independen, yang tidak boleh diintervensi dalam bentuk apapun dari pihak luar.

III. TERPIMPIN

Tuhan Yesus sebagai kepala jemaat memberikan para rasul, para nabi (Alkitab), penginjil, gembala, guru untuk memegang otoritas sebagai pemimpin iman yang melengkapi jemaat dengan ajaran dan teladan hidup (Efesus 4: 11-12).
Sekelompok gereja baptis independen memegang prinsip bahwa independensi sebuah jemaat ditentukan oleh keberadaan gembala, sebelum hadirnya gembala walaupun telah memiliki pemimpin iman yang lain maka jemaat-jemaat demikian menjadi jemaat satelit, yang bertanggungjawab kepada gembala pusat kelompok. Konsep ini sangat tidak sesuai dengan Efesus 4: 11-12, memberikan peran yang sama kepada penginjil, gembala, guru sebagai pelengkap jemaat (lihat tulisan saya; Prinsip-Prinsip Dasar Gereja Yang Alkitabiah). Inilah poin yang membedakan Gereja Baptis Alkitabiah Harvest dengan gereja-gereja baptis Independen lainnya di Indonesia (penganut sistem jemaat satelit).
Para pemimpin rohani menjadi pemimpin gereja. Apabila jemaat telah memiliki gembala maka semua pemimpin rohani dalam gereja lokal bertanggungjawab kepada gembala dengan Alkitab sebagai otoritas tertinggi, namun apabila belum ada gembala maka penginjil atau guru dapat melakukan tugas penggembalaan sampai adanya gembala. Para pemimpin rohani adalah orang-orang yang menguasai pengajaran Alkitab dan memiliki kepribadian hidup yang baik, yang tidak memiliki kecemaran duniawi (1 Timotius 4: 16), apabila tidak memahami pengajaran Alkitab atau memiliki kepribadian yang buruk maka jemaat memiliki kuasa untuk menurunkan pemimpin rohani yang demikian berdasarkan otoritas Alkitab.

IV. DISIPLIN

Jemaat adalah tubuh Tuhan Yesus Kristus (Efesus 1: 23), maka jemaat harus kudus. Jemaat yang kudus adalah jemaat yang tidak mengikat persahabatan dengan dunia (Yakobus 4: 4), disiplin jemaat adalah cara untuk menghasilkan jemaat yang kudus. Ada berbagai bentuk disiplin jemaat. Oleh karena itu, Tuhan Yesus juga menentapkan cara mendisiplinkan; dengan tegoran empat mata, bila masih bersikeras maka membawa saksi, bila masih bersikeras lagi maka diumumkan pada jemaat, dan bila masih masih bersikeras lagi maka harus dikeluarkan dari jemaat (Matius 18: 15-17).
Kita telah belajar menjadi jemaat yang menerapkan disiplin waktu, disiplin berpakaian (yang pria mengunakan pakaian yang sopan dan baju yang sopan dan mengunakan rok), disiplin dalam pelayanan jemaat (yang melayani persembahan, bermain musik, memimpin nyanyi, guru sekolah minggu dan bentuk pelayanan lain harus yang sudah menjadi anggota jemaat), disiplin bernyanyi (tidak boleh mengunakan Contemporary Christian Musik), apa yang kita lakukan sekarang ialah demi keberadaan Tuhan dan malaikat Tuhan yang hadir dalam setiap pertemuan jemaat, kita memberikan kesan pada Tuhan dan malaikat Tuhan sebagai jemaat yang kudus. Saudara-saudari yang telah berdisplin di dalam jemaat menjadi orang yang sangat dikasihi Tuhan, karena saudara-saudari yang demikian mengasihi tubuh Tuhan Yesus Kristus yakni jemaat lokal.

V. TELADAN

Jemaat lokal harus memberikan teladan bagi kehidupan orang-orang percaya, apapun yang dilaksanakan dalam jemaat lokal dapat mendorong orang percaya semakin taat dan setia pada perintah Tuhan. Nilai kehidupan moral yang penuh integritas dan krediblitas dihadapan Tuhan harus dimiliki setiap anggota, karena jemaat lokal adalah gambaran Tuhan yang nyata di dunia, yang menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran bagi setiap manusia (1 Timotius 3: 15), jemaat yang melaksanakan tata cara berjemaat dengan asal-asalan atau tanpa berlandaskan pada Alkitab sangat menyakitkan hati Tuhan (Matius 15: 8-9), yang paling buruk ialah tatacara yang ditetapkan berdasarkan keputusan manusia tanpa kebenaran (Kolose 2: 20-23).
Salah satu persoalan yang diabaikan saat ini ialah peran wanita dalam keluarga dan dalam jemaat, untuk mempercepat jumlah dan memberikan peran pada wanita, banyak gereja melanggar kebenaran Alkitab mengenai peran wanita dalam jemaat. Bentuk tubuh dan cara berpikir wanita diciptakan Tuhan berbeda dari pria, karena wanita diciptakan dengan tujuan untuk menolong pria, karena itu Istri harus tunduk pada otoritas suami dan suami harus mengasihi istri seperti diri sendiri (Efesus 5: 22, 28) demikian pula anak-anak wanita harus tunduk pada otoritas ayahnya. Apabila suami yang tidak beriman mau hidup bersama dengan istri yang beriman, maka istri harus menunjukkan sikap tunduk dengan demikian suami dapat dimenangkan tanpa perkataan (1 Petrus 3: 1-6, 1 Korintus 7: 13-14). Oleh karena ini, jemaat lokal sebagai lingkung keluarga rohani memberikan teladan dengan menempatkan peran wanita sesuai dengan tujuan diciptakan yakni dikasihi dan dilindungi, setiap wanita didalam pertemuan jemaat harus menundukkan dirikan pada suami atau ayah demi kekudusan jemaat dan kehadiran malaikat saat berjemaat.
Itulah sebabnya 1 Korintus 14: 34 menjelaskan peran wanita dalam berjemaat yakni berdiam diri, wanita tidak dibenarkan melayani segala bentuk pelayanan memiliki otoritas dalam pertemuaan seperti; berkotbah, mengajar, memimpin nyanyi, memimpin doa (1 Timotius 2: 11-12), sedang berkotbah dikalangan wanita, mengajar sekolah minggu (semua anak-anak baik pria dan wanita harus taat dan menghormati ayah dan ibu oleh sebab itu menjadi guru sekolah minggu merupakan bentuk peran ibu dalam membimbing anak-anak secara rohani), bermain musik, menjalankan kantong persembahan adalah pelayanan yang dapat dilakukan wanita. Teladan ketundukkan wanita pada suami dan suami mengasihi istri harus dinyatakan dalam praktek kehidupan berjemaat demi kemuliaan jemaat dan kekudusan tubuh Kristus. Ini teladan jemaat lokal untuk setiap anggota, dan memperlihatkan kepada para simpatisan mengenai kekudusan dan kemuliaan jemaat dalam mentaati firman Tuhan.

VI. TIDAK KOMPROMI

Ajaran Alkitab dikompromikan dan diubah dengan segala macam filosofi duniawi oleh gereja-gereja yang mengutamakan jumlah tanpa mempertimbangkan ketaatan dan kepatuhan pada firman Allah, jumlah tanpa kualitas itulah program Setan untuk menyesatkan manusia (Matius 24: 24-28). Setan takut akan Allah (Yakobus 2: 19) namun tidak tunduk pada kedaulatan dan otoritas Allah, demikian pula gereja yang mengkompromikan ajaran Alkitab dengan filosofi duniawi demi menambah jumlah orang yang mengenal Yesus akan menghasilkan orang Kristen tanpa kelahir-baruan (Yohanes 3: 1-5, lihat tulisan saya; Engkau Harus Dilahirkan dari Air dan Roh), yang tidak tunduk pada otoritas Alkitab dan kedaulatan Allah.
Itulah sebabnya Gereja Baptis Alkitbiah HARVEST tidak mengadopsi Contemporary Christian Music dan mengubah peran wanita dalam jemaat demi jumlah, GBA HARVEST mengutamakan ketaatan pada otoritas Alkitab dan tunduk pada kedaulatan Allah, segala bentuk ajaran dan praktek iman yang tidak sesuai dengan Alkitab ditolak dan tidak dilaksanakan demi kemuliaan tubuh Kristus. Jemaat Kristus adalah jemaat yang tidak mengikat persahabatan dengan dunia. Hai orang yang tidak setia, tidak tahukah kamu bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah (Yakobus 4: 4. 1 Yohanes 2: 15-17). Marilah seluruh anggota jemaat GBA HARVEST kita berdoa supaya konsistensi dan komitmen kita pada Tuhan tidak digoyahkan oleh zaman yang penuh dengan kepalsuan ini, sampai Tuhan datang menjemput kita. Maranatha!