Orang Kristen yang berhikmat dan bijaksana akan memikirkan makna menjadi Kristen, tanpa memahami makna menjadi Kristen akan menyebabkan hidup keimaman menjadi hampa, dan menjalankan semua tata cara iman karena tuntutan keagamaan bukan karena pengertian (Roma 10:1-3). Itulah sebabnya orang Kristen yang bijaksana memikirkan tentang makna menjadi Kristen karena tidak ingin terjerat dalam kebodohan formalitas Agama.
Pernahkah Anda berpikir demikian, mengapa saya menjadi Kristen? Mengapa harus jadi orang Kristen? Apakah perbedaan yang hakiki antara kekristenan dengan agama-agama lain? Jika pertanyaan-pertanyaan di atas sudah pernah terlintas di dalam benak pikiran Anda, maka Anda adalah orang Kristen bijaksana. Tetapi Jika belum, maka jangan tinggal diam dalam kebodohan imanmu, Mari telusuri dan pahami mengenai hakekat menjadi Kristen.
Kristen merupakan sebutan untuk murid-murid Kristus (Kisah Rasul 11:28). Pada waktu tahun 34 AD-97 AD (zaman rasul-rasul) orang yang menjadi Kristen adalah yang sudah sungguh-sungguh mengerti hakekat menjadi pengikut Kristus, karena menjadi Kristen pada masa itu sama artinya menginginkan kematian. (pada masa ini orang Kristen dituduh sebagai pengacau dan pembuat huru-hara sehingga membakar kota Roma oleh kaisar Nero 64 AD orang Kristen diperintahkan untuk dibunuh). Kondisi ini jauh berbeda dengan kondisi sekarang dimana tidak ada yang mengancam kenyamanan untuk menjadi Kristen terutama di Indonesia, negara yang mengakui Kristaen sebagai salah satu agama Negara. Dengan kondisi yang demikianlah membuat makna dari iman yang sesungguhnya memudar dalam kehidupan kekristenan pada generasi ini.
Kristen merupakan suatu kepercayaan yang berbeda dengan semua kepercayaan di dunia. Jika semua kepercayaan di dunia menekankan perubahan dalam diri dengan mengikuti ritual kehidupan pendirinya, maka kekeristenan menekankan bahwa, perubahan dalam diri harus dimulai dengan kematian dosa dalam diri. Dapatkah manusia mematikan dosa dalam dirinya? Jelas tidak, karena semua orang telah berdosa, sekilas jawaban kitab Roma 3:23 ini sudah mewakili pengakuan seluruh agama di dunia bahwa, semua manusia berdosa.
Lalu mengapakah kekristenan mengklaim bahwa, dapat matikan dosa dalam diri manusia? Dan bagaimankah cara mematikan dosa dalam diri manusia? Pertanyaan-pertanyaan ini bukan hanya sangat menarik, tetapi memberikan makna yang berarti dalam kehidupan manusia. Apakah ada orang Kristen yang meragukan tentang kematian dosa dalam diri manusia? Jelas ada! Dalam Injil Yohanes 3 diceritakan bahwa, seorang yang bernama Nikodemus sangat bingung dengan tentang hal ini, Nikodemus mewakili pemikiran sebagaian besar orang Kristen pada generasi ini.
Menjadi Kristen berarti menjadi warga Kerajaan Allah. Jika Anda ingin menjadi warga suatu negara di dunia ini, maka Anda dituntut untuk memenuhi persyaratan kewarga-negaran berdasarkan undang-undang yang berlaku di negara tersebut, demikian juga jika Anda ingin menjadi warga Kerajaan Allah, Anda harus memenuhi persyaratan kewarga-negaraan berdasarkan ketentuan Alkitab yang merupakan kitab perundang-undangan iman Kristen.
Yesus Kristus berbicara di dalam Matius 6: 33, “ Carilah dahulu Kerajaan Allah….” Mengapa Yesus Kristus menganjurkan Kerajaan Allah sebagai hal yang paling utama? Karena Kerajaan Allah sifatnya kekal, sedangkan kerajaan dunia sifatnya sementara. Dimanakah manusia dapat menemukan Kerajaan Allah? Yesus Kristus membuat suatu pernyataan dalam Yohanes 3: “…jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihar Kerajaan Allah.” Dari pernyataan inilah dapat ditarik kesimpulan bahwa, syarat untuk masuk dalam Kerajaan Allah ialah harus lahir baru. Bagaimanakah cara dilahirkan kembali? Dalam Yohanes 3: 5 Yesus Kristus menyebutkan sarat untuk dapat dilahirkan kembali yakni; dilahirkan dari Air dan Roh.

I. PROSES KELAHIRAN KEMBALI DARI AIR

Hal yang paling membahayakan dan menyesatkan dalam iman Kristen ialah tidak mengakui Alkitab sebagai satu-satu firman Tuhan yang absolut dan salah menafsir Alkitab. Beberapa gereja dan orang Kristen terpengaruh oleh kesesatan para teolog yang salah menafsir bahwa, air yang dimaksud dalam Yohanes 3: 5 ialah baptisan, sehingga mereka menetapkan bahwa Baptisan merupakan syarat utama untuk masuk menjadi warga Kerajaan Allah. Konsep ini dipraktekkan beberapa gereja melalui praktek sakrament baptisan yang menyelamatkan. Tentu saja pemikiran dan praktek demikian sangat menyesatkan karena syarat untuk diselamatkan dan masuk menjadi warga Kerajaan Allah ialah dengan mengakui Yesus Kristus sebagai Juruselamat (Roma 10:9-10).
Lalu apakah yang dimaksud air dalam Yohanes 3: 5? Untuk mendapatkan penafsiran yang benar dari bagian ini tidak perlu mencari sumber-sumber kebenaran dari pemikiran atau tulisan lain. Karena tidak ada sumber kebenaran yang paling absolut di dunia ini selain Alkitab. Oleh sebab itu untuk mendapatkan jawaban yang paling benar dan paling tepat dari Yohanes 3:5 ialah dalam Alkitab.
Dalam Yohanes 4:1-26 terjadi percakapan antara Yesus Kristus dengan perempuan Samaria, mengenai air hidup. Pada ayat 14 Yesus Kristus berkata, “tetapi barang siapa minum dari air yang Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yohanes 4:14). Jelas air yang dimaksud di sini bukan baptisan, karena baptisan air sifatnya sesaat dan simbolis. Air yang dimaksud dalam Yohanes 4:14 adalah air yang sama dengan Yohanes 3:5 karena keduanya memiliki sifat yang sama yakni kekal.
Lalu apakah air yang kekal tersebut? 1Petrus 1:23 mengatakah bahwa, “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan kekal.” Yesus Kristus menyebutkan bahwa air hidup milikNya akan memancar sampai kepada kehidupan kekal.” Petrus menyebut air yang kekal tersebut adalah firman. Jadi air yang dapat melahirkan kembali seseorang yang dimaksud Yesus Kristus dalam Yohanes 3:5 ialah firman Allah.
Sesudah kita mengetahui bahwa, air yang dapat melahirkan kembali adalah firman Allah. Maka akan muncul pertanyaan selanjutnya, firman Allah yang mana? Bukanlah firman Allah itu banyak? Firman yang manakah yang dapat melahir-barukan seseorang? Efesus 1:13 Paulus melalui inspirasi Roh kudus menuliskan bahwa, “Di dalam Dia kamu juga-karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu-….” Air yang dimaksud Yohanes 3:5 adalah firman Allah, dan Firman Allah yang dimaksud 1Petrus 1:23 adalah Injil. Jadi proses kelahiran kembali seseorang harus didahului melalui percaya pada Injil.
Roma 1:16 mengatakan Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan manusia. Penulis pernah dikejutkan oleh pernyataan seseorang yang mengatakan bahwa, Injil yang diajarkan Alkitab ada dua jenis yakni Injil Kerajaan dan Injil Kasih Karunia. Jelas pernyataan yang demikian menyesatkan. Karena Alkitab mengajarkan bahwa Injil adalah kabar baik tentang pebusan dosa manusia, manusia mendapat pengampunan dosa karena percaya pada Injil dan itulah kabar baik bagi manusia (Injil dari bahasa yunani Euanggelion artinya KABAR BAIK). Orang-orang Perjanjian Lama diselamatkan oleh Injil yang akan datang, dengan jalan memberikan persembahan domba korban, sedangkan orang-orang pada masa Perjanjian Baru diselamatkan oleh Injil yang sudah datang.
Oleh sebab itu siapapun yang ingin masuk menjadi warga Kerajaan Allah ia harus peraya pada Injil; percaya bahwa Yesus Kristus telah tersalib mati untuk dosa-dosanya, dan percaya bahwa Yesus Kristus telah bangkit dari kematian untuk memberikan hidup yang kekal, percaya bahwa Yesus Kristus adalah juruselamatnya secara pribadi. Dengan pengakuan hati dibenarkan dan dengan pengakuan mulut diselamatkan (Roma 10:9-10). Orang yang sudah berani membuat pernyataan pribadi, dan pernyatan terbuka Injil sebagai kekuatan yang menyelamatkannya, orang yang demikian mendapat kelahiran kembali melalui air.
Banyak orang Kristen yang sudah tahu tentang hal ini tetapi tidak berani membuat pernyatan terbuka mengapakah? Karena mereka belum sungguh-sungguh lahir baru. Orang yang sudah sungguh-sungguh lahir baru tidak malu mengakui Yesus Kristus sebagai penebus dosa dan juruselamatnya, bahkan dengan berani bersaksi kepada sesamanya.

II. PROSES KELAHIRAN KEMBALI
DARI ROH

Jika air yang dimaksud dalam Yohanes 3: 5 adalah firman Allah yakni Injil. Injil dapat diperoleh dengan respon dan ketaatan manusia pada Yesus Kristus sebagai juruselamat. Maka Roh di sini mengacu kepada peran kedaulatan Allah dalam kehidupan orang-orang yang menerima Injil. Tanpa menerima Injil, seseorang tidak akan mendapat kelahiran kembali oleh Roh, itulah sebabnya Yesus Kristus menyebut urutan kelahiran kembali yang pertama air dan kedua adalah Roh, seseorang tidak mungkin dapat dilahirkan dari Roh jika tidak menerima kelahiran melalui air.
Kelahiran dari Roh merupakan proses penciptaan manusia baru, manusia yang tidak diciptakan dari benih Adam, yang tidak diperhambakan oleh tuntutan manusia daging. Jika kelahiran manusia daging diperanakan dari Adam, maka manusia dari Roh diperanakan melalui Allah (Yohanes 1:13).
Manusia daging yang diperanakan dari Adam adalah manusia yang hidup dibawa perhambaan dosa (Roma 5:15), karena itulah tidak seorangpun manusia yang dilahirkan dari benih Adam dapat membebaskan dirinya dari belenggu dosa dengan cara apapun (karena tidak seorangpun yang berbuat baik dihadapan Allah {Roma 3:10}, dan tidak ada seorangpun yang saleh dihadapan Allah{Yesaya 64:6}). Disinilah letak perbedaan keyakinan kekristenan dengan seluruh keyakinan agama di dunia, jika seluruh keyakinan agama di dunia meyakini bahwa manusia dapat lepas dari ikatan dosa melalui; amal, ibadah dan perbuatan baik, maka kekristenan meyakini bahwa hanya oleh kasih karunia Allah, manusia dapat lepas dari ikatan dosa.
Bentuk kasih karunia Allah itu adalah kelahiran kembali oleh air dan Roh. Proses kelahiran oleh air adalah dengan cara manusia percaya pada Injil, sedangkan kelahiran dari Roh merupakan pemberian Allah pada manusia melalui oteritasNya. Bagaimanakah manusia dapat menerima Roh Allah atau Roh Kudus melalui otoritas Allah? Efesus 1:13 menjelaskan pada kita mengenai proses kelahiran kembali oleh Roh.
“Di dalam Dia kamu juga-karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu-di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya , dimetereikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.” (Efesus 1:13). Dari ayat itu kita mendapat suatu penjelasan mengenai proses kelahiran kembali oleh Roh, kelahiran kembali oleh Roh harus didahului dengan menjadikan Injil sebagai bagian utuh dari hidup seseorang. Perhatikan tulisan yang bergaris tebal Injil Keselamatanmu, jika Injil belum menjadi bagian dalam kehidupan seseorang, maka orang tersebut hanya sekedar mengetahui tetapi tidak menghidupi Injil dalam hidupnya, orang yang demikian tidak akan mendapat meterei Roh Kudus, dan juga menjadi orang Kristen yang hidup dalam keputus-asahan karena tidak dapat lepas dari belenggu dosa. Sedangkan jika seseorang sungguh-sungguh percaya dan hidup berpandanan dengan Injil (Filipi 1:27), maka dengan demikianlah seseorang mendapatkan kelahiran oleh Roh melalui meterai Roh Kudus.

III. KOIN DENGAN DUA SISI

Kelahiran kembali oleh Air dan Roh merupakan koin dengan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan, seseorang tidak dapat menerima kelahiran oleh Roh tanpa Injil, dan sebaliknya seseorang tidak dapat menerima kelahiran oleh Air tanpa Roh (1 Tesalonika 1:6). Ini merupakan dua sisi koin yang tidak dapat dipisahkan.
Kelahiran oleh Air merupakan tanggung jawab manusia, Allah memberikan kebebasan pada manusia untuk menentukan kelahiran kembali pada diri sendiri, kapanpun, dimanapun manusia dapat membuat pilihan untuk dilahirkan kembali dari Air, kesempatan ini diberikan selagi manusia di dunia. Sedangkan kelahiran oleh Roh diberikan Allah melalui otoritasNya kepada manusia yang sudah sungguh-sungguh mengalami kelahiran kembali melalui Air.
Jadi dalam kehidupan orang kristen yang lahir baru tidak ada kemunafikan dan formalitas keagamaan, karena sesudah seorang dilahirkan kembali ia akan memperoleh pimpinan dari Allah melalui Roh Kudus yang dijanjikan. Roh Kudus tersebut akan tinggal dalam hati orang percaya (1 Korintus 6:19), dan akan menjadi aliran-aliran air yang memancar sampai kapada kehidupan yang kekal.

IV. AKIBAT KONSEP DAN PRAKTEK YANG SALAH

Kebenaran sifatnya absolut, tidak bisa ditambah dan tidak bisa dikurangi, anologi ini akan membantu Anda untuk memahami hakekat dari kebenaran absolut. Jika 2 + 2 = 4, maka ini adalah hasil absolut, Anda tidak dapat mengatakan 2 + 2 = 4,01 atau sebaliknya 2 + 2 = 3, 99 karena 4 adalah hasil akhir yang absolut tidak bisa ditambah dan tidak bisa dikurangi. Demikian juga dengan kebenaran Allah adalah absolut, tidak bisa ditambahkan atau dikurangi..
Injil merupakan kebenaran Allah yang menyelamatkan semua manusia, dan Injil juga merupakan kebenaran Allah yang absolut, yang tidak bisa ditambahkan dan tidak bisa dikurangi. Injil yang ditambahkan dan Injil yang dikurangi adalah Injil yang salah, yang menyesatkan mereka yang percaya pada Injil tersebut. Oleh sebab itu, mereka yang salah memahami konsep dan praktek kelahiran kembali mereka adalah orang Kristen yang tersesat.
Orang Kristen dan gereja yang percaya bahwa kelahiran kembali didapat melalui baptisan adalah orang Kristen dan gereja yang tersesat, demikian juga orang Kristen dan gereja yang percaya kelahiran kembali melalui segala macam ritual yang ditetapkan manusia, dan mengabaikan Injil adalah orang Kristen dan gereja yang tersesat.Lalu apakah akibatnya bagi mereka yang tersesat? Jelas! Masuk Neraka (Binasa), Rasul Paulus pernah memperingati dengan keras kepada Jemaat di Galatia mengenai resiko mereka yang percaya pada Injil yang ditambahkan, Paulus berkata, “ kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh Hukum Taurat; kamu hidup diluar kasih karunia.” Hidup diluar kasih karunia berarti tidak selamat, karena orang yang selamat diselamatkan oleh kasih karunia (Efesus 2:8-9).
Lalu bagaimanakah dengan orang dan gereja yang tersesat, yang percaya pada Injil yang salah, yang ditambahkan atau dikarungi? Yakobus 2: 19-20 berkata, “ Saudara-saudara, jika ada diantara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalan yang sesat, ia akan menyelamatkan orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.” Yakobus melalui insipirasi Roh Kudus menghimbau supaya orang-orang yang tersesat diselamatkan. Dan itu yang sekarang penulis lakukan, menyampaikan kebenaran yang sesuai isi firman Tuhan mengenai konsep dan praktek yang benar dari dilahirkan kembali oleh air dan Roh. Keputusan sekarang ada pada Anda sekalian, sudahkah ada hidup sesuai dengan konsep dan praktek kelahiran kembali yang benar? Jika belum, maka buatlah keputusan untuk hidup sesuai konsep dan praktek kelahiran kembali yang benar!
Sedangkan untuk gereja yang tesesat dalam konsep dan praktek kelahiran kembali yang salah, Alkitab sudah mencatatkan tentang bahwa gereja yang demikian akan tetap tumbuh dan tidak bisa dibenarkan lagi karena benih gereja yang tersesat adalah benih yang ditaburkan oleh Satan. Perumpamaan Matius 13: 24-30 mengenai Lalang dan Gadum merupakan perumpamaan yang mengacu pada gereja. Ada dua jenis gereja di dunia ini; yang pertama gereja milik Kristus (gadum) adalah gereja yang berasal dari benih yang ditabur oleh Kristus yakni pengajaran Kristus dan inilah gereja yang benar. Sedangkan yang kedua adalah Gereja milik Satan (lalang) yakni gereja yang ditaburkan dengan benih pengajaran Satan yang terfakus pada kepentingan materi dan kedagingan dan inilah gereja yang sesat. Karena itulah gereja yang sudah tersesat tidak bisa diselamatkan, karena tidak bisa diselamatkan maka keputusan yang paling benar dan tepat adalah keluar dari gereja tersebut. Dan karena kesimpulan inipulalah penulis keluar dari gereja yang tersesat membentuk gereja yang benar, dan pergumulan penulis adalah bertumbuhnya gereja yang benar diseluruh Indonesia bahkan dunia. Jika Anda sadar bahwa sekarang Anda berada dalam gereja yang sesat, keluarlah cari gereja yang benar atau membentuk gereja yang benar, penulis akan dengan senang hati memberikan dukungan baik doa maupun pengajaran supaya jiwa Anda tetap selamat.