Catholik Encyclopedia menuliskan bahwa, Dalam Alkitab belum terdapat suatu istilah pun untuk menyatakan ke-Tiga pribadi itu secara bersamaan. Asal kata (Trias) Trinitas mula-mula ditemukan dalam tulisan Toefilus dari Antohkhia tahun 180 M., tidak lama muncul dalam tulisan Latin dalam tulisan Tertulianus(Pernyataan ini diambil dari buku Saksi Yehowa, hal.,5). Salah satu konsepsi yang menuduh orang Kristen sebagai penganut Politeist (penyembah paling sedikit tiga Allah).
Alkitab tidak mengajarkan adanya tiga Allah; dan tidak mengajarkan bahwa Allah memakai tiga topeng yang berbeda-beda. Apa yang diajarkan Alkitab sesungguhnya dinyatakan dalam ajaran Trinitas; hanya ada satu Allah yang telah menyatakan diri dalam tiga pribadi; Bapa, Putra dan Roh Kudus dan ketiga pribadi ini adalah Allah yang Esa. Catolik Ensyclopedia kutipan kelompok Saksi Yehowa jelas salah, jika mengatakan tidak ada dalam Alkitab yang membicarakan mengenai ke-Tritunggal-an Allah. Dalam surat 1 Yohanes 5:7 tersirat secara tertulis mengenai pernyataan ke-Trituggalan tersebut yang mengatakan, “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam Sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.”
Allah itu esa dalam hakekat atau sifat dasar-Nya, namun Ia juga tiga pribadi. (Lihat Kej.1:26; Kej. 3:22), Yesus Kristus bukan malaikat melainkan Allah dalam rupa manusia yang turut dalam penciptaan alam semesta(Yoh.1:1-3; Kol. 1:16; Ibrani 1:2). Bukti lain dari Alkitab yang menjelaskan mengenai Tritunggal ialah adanya satu oknum yang disebut Alkitab sebagai Bapa, dan Bapa disebut juga Allah Bapa (Galatia 1:1); Alkitab juga berbicara mengenai satu oknum Yesus atau Anak atau Firman, juga disebut Allah (Yoh.1:1; Yoh. 5:18); Dan ada oknum ketiga yang disebut Alkitab Roh Kudus, disebut juga Allah (Kis. 5:3-4).
Fakta-fakta dari ajaran Alkitab yang mengakui adanya satu Allah. Allah yang satu ini memiliki kodrat yang jamak. Allah yang esa ini disebut Bapa, Anak dan Roh Kudus; semua adalah pribadi-pribadi yang berbeda, namun semuanya disebut Allah. Maka dari sinilah kita dapat menyimpulkan bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah Allah yang esa, yakni doktrin Tritunggal.
Dr. John W Montgomery memberikan sebuah analogi mengenai ketritunggalan Allah dari sisi fisika teoritis;
“Setelah diselidiki, maka ditemukan bahwa kesatuan-kesatuan subatomis memiliki sifat gelombong(W), sifat-sifat partikel (P), sifat-sifat kuantum (h). Walaupun sifat-sifat ini dalam banyak hal bertentangan (partikel tidak berdifraksi atau lentur, sedangkan gelombong-gelombang berdifraksi) namun para ahli fisika menjelas atau membuat model suatu elektron seperti PWh. Mereka harus melakukan hal ini supaya dapat memberi bobot yang tepat terhadap semua data yang bersangkut-paut.
Demikian juga orang Kristen memahami Tritunggal. Keesaan Allah dalam tiga pribadi. Kesalahan pengajaran saksi Yehowa ialah menafsirkan sebagaian ayat Alkitab dan mengabaikan ayat-ayat yang seolah-olah bertentangan namun sesungguhnya ayat-ayat tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh.