Predestinasi ialah ketetapan Allah atas programNya bukan atas kehidupan pribadi seseorang. Ketetapan Allah atas programNya bersifat positif dan negatif, Yudas Iskariot memilih untuk mengenapi program Allah yang negatif. Inilah perbedaan mendasar antara definisi Predestinasi Alkitab dan Predestinasi Calvinist, serta takdir. Dalam definisi, Predestinasi Calvinist tidak berbeda dengan definisi takdir, yakni manusia tidak memiliki kehendak untuk menentukan pilihan hidup, karena hidupnya sudah ditentukan Tuhan (Ini sangat tidak Alkitabiah). Sedangkan definisi Alkitab mengenai predestinasi, bahwa Allah menentukan programNya berdasarkan ketetapan waktuNya (Gal. 4: 4) manusia memiliki kehendak bebas untuk memilih mengenapi program Allah yang negatif atau positif (untuk lebih jelas, silahkan baca artikel yang berjudul Kedaulatan Allah).
Alkitab menjelaskan, bahwa ketetapan Allah atas program penyelamatanNya (Predestinasi) sudah dinyatakan Allah pada saat manusia jatuh ke dalam dosa melalui janji mengirim juruselamat (Kej. 3: 15, 20-21) dan orang-orang yang beriman kepada janji Allah diselamatkan (Ibrani 11: 4) dan yang tidak beriman mendapat kebinasaan (Yudas 11). Dalam Predestinasi ada pilihan yang harus dibuat manusia berdasarkan kehendak bebas; memilih untuk mengenapi program positif atau negatif. Pilihan manusia atas ketetapan Allah ada dalam Kedaulatan Allah; mereka yang memilih mengenapi program positif mendapat kebaikan dari Allah berdasarkan kedaulatanNya (Roma 8: 28), sedangkan mereka yang memilih mengenapi program negatif mendapat malapetaka berdasarkan kedaulatanNya (Amsal 16: 4).
Calvinisme membangun definisi yang salah mengenai kedaulatan Allah dan predestinasi, sehingga menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan dalam kekristenan, menempatkan manusia sebagai mahkluk yang tidak dapat membuat pilihan dalam Predestinasi dan dalam Kedaulatan Allah, itulah sebabnya mereka sulit memahami antara Predestinasi, kedaualatan Allah dan Kehendak bebas manusia (untuk tahu lebih banyak mengenai definisi yang salah Calvinisme, silahkan baca buku-buku tulisan mereka dan tulisan-tulisan mereka di media online).
Graphe International Theological Seminary (GITS) mengidentifikasikan kesesatan berdasarkan dua poin; I. Tidak mengakui Alkitab sebagai kebenaran absolut (extra biblical authority) II. Salah menafsir Alkitab (missinterpertation). Calvinisme dikategorikan sesat karena salah menafsir Alkitab, seperti ayat-ayat yang akan saya kupas di bawah ini;
Kisah Para Rasul 13: 48

Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang DITENTUKAN untuk hidup kekal, menjadi percaya (kata yang berhuruf tebal dalam ayat ini tidak terdapat dalam teks asli, ini penambahan oleh LAI)

Terjemahan yang tepat;

Dan bangsa itu mendengar bersukacitalah, dan memuliakan firman Tuhan dan mempercayai, sesungguhnya, mereka ditentukan untuk hidup kekal. (silahkan lihat teks asli alkitab TR).

Sebelum mengupas ayat di atas, sangat menarik melihat akar-kata dari kata DITENTUKAN. Pengunaan kata ditentukan dari ayat di atas dalam teks asli Alkitab (Textus Receptus) ialah TETAGMENOI dalam bentuk nominative, jamak, maskulin, perfect, pasif, participle. Saya tidak akan mengidentifikasi secara keseluruhan (apabila ingin tahu, silahkan mengikuti kelas bahasa yunani di GITS atau ikuti kelas PA di Kupang). Pegunaan perfect participle secara tata bahasa terdapat pertanyaan klarifikasi, ditentukan oleh apa? Dan bagaimana ditentukan?
Ditentukan oleh apa? Perhatikan konteks dekat dari ayat di atas, bahwa sebelum mereka mendengarkan pemberitaan Paulus dan Bernabas mereka tidak memuliakan Allah, namun sesudah mereka mendengarkan pemberitaan Paulus dan Bernabas mereka memuliakan Allah. Jadi mereka ditentukan oleh karena mendengar kebenaran. Bagian ini sangat sesuai dengan Roma 10: 14-17, bahwa orang yang berbuat dosa tidak akan diselamatkan tanpa mendengarkan Injil. Mendengarkan Injil adalah ketentuan dari Allah untuk diselamatkan sebab iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus (Roma 10: 17).
Bagaimana ditentukan? Sebelum mendengarkan pemberitaan kebenaran, mereka belum percaya, namun sesudah mereka mendengar pemberitaan kebenaran, mereka percaya. Proses ditentukan berdasarkan percaya. Dan ketentuan Allah supaya orang-orang berdosa diselamatkan harus percaya kepada Injil (untuk memahami definisi Injil, silahkan baca artikel Engkau Harus Dilahirkan dari Air dan Roh) Yohanes 14: 6, Kis. 4: 12, Ef. 2: 8-9. Jadi orang-orang yang ditentukan untuk hidup kekal dalam Kis. 13: 48 ialah mereka yang mendengarkan pemberitaan Paulus dan percaya, merekalah yang ditentukan untuk hidup kekal. Bukti mereka mendengar dan percaya ialah mereka bergembira dan memuliakan firman Tuhan.
ROMA 8: 29-30

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka juga dipanggilNya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Ternyata LAI menterjemahkan dengan menafsir Roma 8: 29-30, karena ada beberapa penambahan kalimat yang ditambahkan LAI, yang mempengaruhi pengertian. Perhatikan terjemahan sesungguhnya dari teks asli:

Karena Siapa yang Ia ketahui, Ia juga menetapkan untuk serupa gambar anak-Nya, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan siapa yang Ia tetapkan, mereka juga Ia panggil, dan siapa yang Ia panggil, mereka juga Ia benarkan, Dan siapa yang Ia benarkan, mereka juga Ia muliakan (silahkan lihat di teks asli TR)

Roma 8: 29-30 menjelaskan, bahwa ketetapan Allah atau Predestinasi Allah dilandasankan pada pengenalan Allah sebelumnya atas seseorang. Orang yang ditetapkan menjadi serupa dengan gambar Anak Allah ialah orang yang mengasihi Allah, sesuai dengan penjelasan ayat sebelumnya Roma 8 : 28. Dan bagian ini makin memperjelas bahwa Predestinasi Allah ada dalam Kedaulatan Allah. Dalam Predestinasi ada pilihan yang harus dibuat manusia berdasarkan kehendak bebas; memilih untuk mengenapi program positif atau negatif. Pilihan manusia atas ketetapan Allah ada dalam Kedaulatan Allah; mereka yang memilih mengenapi program positif mendapat kebaikan dari Allah berdasarkan kedaulatanNya (Roma 8: 28), sedangkan mereka yang memilih mengenapi program negatif mendapat malapetaka berdasarkan kedaulatanNya (Amsal 16: 4).
Roma 8: 29-30 merupakan penjelasan mengenai orang-orang yang memilih mengenapi program positif Allah. Mereka yang memilih mengenapi program positif Allah, dalam kedaulatan Allah dipimpin untuk memperoleh kebaikan dari Allah, yakni panggilan, pembenaran dan kemuliaan dari Allah berdasarkan pengenalan Allah sebelumnya. Hal ini sangat sesuai dengan Kelahiran dari Air dan Roh (Yohanes 3: 5), orang yang mendengarkan dan menghidupi Injil dalam dirinya, mendapat meterai Roh Kudus, yang memimpin orang tersebut untuk memperoleh kebaikan dari Allah, Efesus 1: 13-14;
Di dalam Dia kamu juga-karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu (kelahiran melalui Air)- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh kudus yang dijanjikan-Nya itu (kelahiran melalui Roh). Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yakni penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemulian-Nya (Kedaulatan Allah untuk mereka yang memilih mengenapi program positif dari Allah)
Roma 8: 29-30 semakin memperkuat penjelasan, bahwa konsep Predestinasi Calvinist sesat dan tidak Alkitabiah, karena berdasarkan ayat di atas terdapat penjelasan bahwa di dalam Predestinasi dan kedaulatan Allah ada kehendak bebas. Orang yang memilih mengenapi program positif Allah mendapat control Allah untuk memperoleh kebaikan dari Allah, itulah kesimpulan sesungguhnya dari Roma 8: 29-30.

EFESUS 1: 4-5

Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.

Ayat-ayat di atas ada masalah dengan penerjemahan, walaupun hanya sedikit penambahan dari frasa dari semula, namun hal ini berpengaruh besar pada penafsiran. Terjemahan yang tepat ialah;

Sebab di dalam Dia Allah telah memilij kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah mempredestinasikan kita oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya

Penekanan utama dalam ayat-ayat di atas terdapat pada kalimat di dalam Dia, karena di ayat-ayat selanjutnya pun kalimat tersebut ditekankan (6, 7, 9, 10, 11, 13). Di dalam Dia, diperjelas diayat-ayat selanjut bahwa di dalam Dia yaitu di dalam Kristus. Kristus adalah wujud kesempurnaan manusia dalam kekekalan, bahkan manusia diciptakan berdasarkan gambar dan rupa Kristus sebelum inkarnasi (Ibrani 10: 5). Kejatuhan manusia dalam dosa telah merusak gambar dan rupa Kristus dalam manusia. Itulah sebabnya Efesus 1: 4 menjelaskan, bahwa kekudusan dan ketidakbercacat manusia ada dalam Kristus sebelum dunia dijadikan.
Kekudusan dan ketidakbercacatan manusia telah dirusak oleh dosa, itulah sebabnya oleh kasih Allah, Allah telah mempredestinasikan janji keselamatan bagi manusia melalui Yesus Kristus (ayat 9, 11). Sehingga hanya orang-orang yang di dalam Kristuslah yang dapat menjadi anak-anak Allah, yang mendapatkan bagian kesempurnaan, yang tak bercacat. Dan orang-orang yang di dalam Kristus adalah orang yang sudah percaya (ayat 13-14).
KESIMPULAN
Dimulai dengan definisi yang salah mengenai predestinasi, berakhir dengan salah menafsirkan ayat-ayat Alkitab, yang berakibat pada kesesatan. Ayat-ayat Alkitab adalah kesatuan yang sempurna, yang saling mendukung dan memperjelas kesimpulan tiap-tiap ayat. Waspadalah supaya jangan sampai tersesat oleh;

Pengajar-pengajar yang tidak mengerti asas-asas pokok pengajaran Alkitabiah, yang sesat dalam omongan 1 Timotius 1: 6-7

Pengajar-pengajar yang menafsirkan ayat-ayat Alkitab berdasarkan kehendak sendiri, bukan oleh dorongan Roh Kudus 2 Petrus 1: 21

Guru-guru palsu yang serakah, yang berusaha mencari untung duniawi dengan cerita-cerita isapan jempol mereka 2 Petrus 2: 3

Akhirnya Jangan bodoh, tetapi Usahakanlah dirimu supaya mengerti kehendak Tuhan (Efesus 5: 17) dan Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik 1 Tesalonika 5: 21, yang berkenan kepada Allah (Roma 12: 2).

Oleh: Ev. Dance S Suat
Missionary Indepeden Fundamental Baptist