Sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksa api kekal sebagai peringatan kepada semua orang. Yudas 7

Sangat menarik untuk mengupas surat Yudas secara keseluruhan, karena penyampaian surat Yudas merupakan peringatan yang berkobar-kobar kepada guru-guru palsu yang masih menyebut diri Kristen, namun mengajarkan ajaran sesat (Yudas 11-16), itulah sebabnya tema utama dari kitab Yudas ini adalah “Hukuman Untuk Guru-guru Palsu”.

Keadaannya sama dengan kekristenan sekarang, di mana berkeliaran guru-guru palsu yang menyebut diri Kristen namun mengajarkan ajaran sesat. Para guru-guru palsu ini tidak mengerti asas-asas pokok iman yang Alkitabiah (1 Timotius 1: 4-6), menafsir Alkitab berdasarkan kehendak sendiri ( 2 Petrus 1: 21), dan menyampaikan firman Tuhan hanya untuk memuaskan keinginan telinga pendengar demi keuntungan duniawi bukan untuk menyatakan kebenaran ( 2 Tim. 4: 3, 2 Petrus 2: 3, Yudas 11).

Namun dalam bagian ini, saya hanya memfokuskan pada pembahasan Yudas 7 untuk menjelaskan kepada Pdt. Adiy Ndii, karena ketidakmengertiannya mengenai hubungan Penebusan Kristus dengan orang-orang Sodom dan gomora yang binasa dalam Yudas 7.

Orang-orang Sodom dan Gomora adalah Keturunan Adam Secara lahiriah

Orang-orang Sodom dan Gomora adalah anak-anak Adam secara lahiriah, sehingga secara lahiriah mereka adalah orang-orang berdosa (Mazmur 51: 7). Keberdosaan Adam telah menjalar kepada semua orang (Roma 5: 12), tanpa harus berbuat dosa semua yang lahir dari Adam adalah orang berdosa atau berdosa secara status. Akibat dosa, secara lahiriah kecendrungan hati manusia senantiasa melakukan kejahatan (Kejadian 6: 5), sehingga manusia yang hidup mengikuti keinginan lahiriah akan melawan Allah seperti yang dilakukan kota Sodom dan Gomora. Selain Kota Sodom dan Gomora ada dua kota lain yang menerima hukuman yang sama dari Tuhan akibat perbuatan mereka yakni; Adma dan Zeboim (Ulangan 29: 32, Hosea 11: 8).

Memang kota Sodom dan Gomora adalah anak-anak Adam secara lahiriah, yang secara status dalam posisi berdosa karena Adam. Hukuman secara langsung dan hukuman kekal yang mereka terima bukanlah karena posisi berdosa mereka, melainkan karena perbuatan mereka, yang tidak hidup dalam kebenaran, sombong dan berdusta melawan kebenaran (Roma 1: 18-28), itulah persamaan kota Sodom dan Gomora dengan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas kekuasaan mereka (Yudas 6). Lalu bagaimanakah dengan status berdosa mereka karena Adam?

Status Dosa Karena Adam Diselesaikan Melalui Penebusan Yesus Kristus

Status dosa yang menjalar kepada semua manusia karena Adam diselesaikan oleh Penebusan Yesus Kristus (1 Petrus 1: 18-19), seperti yang dijelaskan dalam Roma 5: 15;

Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena satu orang semua orang telah jatuh dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Karunia Allah yang dilimpahkan atas semua orang oleh Yesus Kristus ialah penyelesaian status dosa karena Adam dan perbuatan dosa bagi orang-orang percaya padaNya melalui penebusan Yesus Kristus, seperti yang dituliskan dalam 1 Timotius 2: 5-6

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan

Karena keberdosaan Adam semua orang berdosa, namun karena penebusan Yesus Kristus status dosa dibereskan,seperti yang dijelaskan dalam Roma 5: 18-19

Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula satu perbuatan kebenaran semua orang memperoleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua menjadi orang benar

Itulah sebabnya bayi atau orang yang mati tanpa berbuat dosa, pasti masuk Surga. Sedang bagi orang yang sudah akil-balik dan melakukan dosa, maka orang tersebut harus mengakui dosanya secara pribadi kepada Kristus dan mempercayai penebusan Kristus sebagai penghapusan dosa akan diselamatkan. Sebaliknya yang sudah akil-balik dan melakukan dosa tanpa menerima karya Penebusan Yesus Kristus, pasti binasa (Yohanes 3: 36) seperti kota Sodom dan Gomora yang menolak kebenaran.

Status Dosa Orang-orang Sodom dan Gomora Diselesaikan Oleh Janji Penebusan Kristus

Salah satu hal yang sulit diterima Pdt. Adiy Ndii untuk mengakui penebusan Yesus Kristus untuk semua manusia, dan menerima konsep yang sesat dari Calvinist mengenai penebusan terbatas ialah posisi orang-orang Sodom dan Gomora dalam Neraka, yang dihukum secara langsung dan hukuman kekal sebelum pelaksanaan penebusan Yesus Kristus. Penjelasan ini akan menolong Pdt. Adiy Ndii untuk mengetahui kebenaran.

Pelaksanaan Penebusan Yesus Kristus memang belum dilakukan pada saat penghukuman Sodom dan Gomora, namun janji penebusan Yesus Kristus sudah diberitakan sejak kejatuhan manusia dalam dosa atas pelanggaran Adam (Kejadian 3: 15), jadi status dosa orang-orang Sodom dan Gomora diselesaikan oleh janji penebusan Yesus Kristus, itulah sebabnya orang-orang Sodom dan Gomora dihukum bukan karena pelanggaran Adam melainkan oleh perbuatan mereka sendiri.

Orang-orang Sodom dan Gomora Dihukum Karena Pelanggaran Mereka Bukan Karena Status Dosa

Yudas 7 menjelaskan bahwa orang-orang Sodom dan Gomora dihukum karena perbuatan mereka, yang tidak hidup dalam kebenaran, sombong dan mendustai kebenaran, sehingga Yudas menyamakan hukuman terhadap guru-guru palsu dengan Sodom dan Gomora bukan kota-kota yang menolak Kristus, yang hukumannya lebih hebat dari Sodom dan Gomora (Matius 10: 15; 11: 20-24).

Jadi jelas, bahwa orang-orang Sodom dan Gomora dihukum karena perbuatan mereka yang tidak hidup dalam kebenaran, sombong dan mendustai kebenaran. Hal ini dituliskan Yudas untuk mengingatkan guru-guru palsu, yang menjual kebenaran demi kepentingan duniawi (Yudas 11), bahwa mereka akan menerima hukuman yang sama dengan Sodom dan Gomora, mereka akan menerima hukuman di dunia dan hukuman api kekal di Neraka.

Kesimpulan

Yudas 7 merupakan peringatan kepada guru-guru palsu yang tidak hidup dalam kebenaran, sombong dan mendustai kebenaran, bahwa hukuman Allah akan berlangsung atas mereka sebagaimana kota Sodom dan Gomora. Oleh sebab itu, hal ini juga dapat menjadi peringatan bagi saya, Pdt. Adiy Ndii dan semua hamba Tuhan untuk bersungguh-sungguh merenungkan, mengerti, memperkatakan dan melakukan kebenaran dalam seluruh hidup, supaya tidak tersesat oleh;

Ajaran yang memakai cap manusia (Calvinist, Armenian, dll), bukan ajaran Alkitabiah. 1 Timotius 4: 1-2

Ibadah buatan manusia, bukan yang diajarkan Tuhan (Kolose 2: 23)

Membesar-besarkan diri oleh pikiran yang duniawi (Kolose 2: 18)

Akhirnya dalam kasih saya mendoakan dan mengajak Pdt. Adiy Ndii untuk tunduk kepada kebenaran (2 Korintus 13: 8) dan jangan berdusta melawan kebenaran (Yakobus 3: 14-15), supaya peringatan dalam Yudas 7 tidak berlaku atas kehidupan yang benar dalam Tuhan. Tuhan memberkatimu kawan, Maranata!