I. Allah Menetapkan Kejatuhan Manusia Dalam Dosa

Tidak dasar Alkitab yang mengajarkan, bahwa Allah menetapkan manusia jatuh ke dalam dosa. Karena di dalam kekekalan Allah tidak pernah merancang kejahatan seperti menetapkan manusia jatuh dalam dosa, sebab segala sesuatu yang jahat tidak pernah timbul dalam hati Allah (lihat Yeremia 19: 5).
Lalu darimanakah datangnya dosa?
Dosa berasal dari kejahatan Malaikat dan manusia yang melanggar hukum Allah seperti yang dikatakan 1 Yohanes 3: 4, “Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa adalah pelanggaran hukum Allah.” Oleh sebab itu Kejatuhan manusia dalam dosa bukan karena ketetapan Allah, namun karena pilihan manusia untuk melanggar hukum Allah. Itulah sebabnya Allah menyesal menciptakan manusia karena dosa-dosa yang mereka lakukan seperti yang tertulis dalam Kejadian 6: 5-6.
Jadi Ajaran Calvinisme mengenai Allah menetapkan kejatuhan manusia dalam dosa adalah ajaran yang bertentang dengan ajaran Alkitab. Kesimpulan-kesimpulan yang dibuat para Calvinist berdasarkan rasionalisasi manusia yang tidak memiliki dasar kebenaran.
II. Allah Memilih Sebagian Orang Untuk Binasa

Akibat salah menafsirkan Alkitab menghasilkan kesimpulan yang sesat. Landasan kuat para Calvinisme mengenai kesimpulan Allah memilih sebagian orang untuk binasa dan memilih sebagian untuk selamat ialah Roma 9. Namun Roma 9: 11 menjelaskan, bahwa pemilihan dalam Roma 9 bukan pemilihan yang berhubungan dengan keselamatan, melainkan pemilihan alamiah, seperti; “Saya tidak bisa memilih dilahirkan dari suku tertentu, dari orang tua tertentu, dalam kondisi tertentu, semuanya Allah yang menentukan sebelum saya mengenal perbuatan yang baik dan yang jahat, pemilihan ini tidak bergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi pada kemurahan hati Allah, dan tidak akan berubah status saya secara alamiah sampai mati (suku timor, anak Yesaya Suat, lahir di Ketapang).”
Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa Allah yang menetapkan orang untuk binasa, sebaliknya Alkitab mengajarkan bahwa Allah tidak ingin ada yang binasa. 2 Petrus 3: 9

“…Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Mengapakah Allah tidak menghendaki ada yang binasa? Karena Allah menghendaki supaya semua manusia diselamatkan, seperti yang dituliskan dalam 1 Timotius 2: 3-4

“Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

Lalu Mengapakah semua orang tidak selamat?
Orang-orang yang tidak selamat adalah orang-orang yang melawan kehendak Allah, mereka tidak tunduk pada Allah, mereka memilih jalan yang jahat . Seperti yang dituliskan dalam Yudas 11:

Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan Karen mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah

Jadi orang-orang yang binasa bukan karena Allah yang menentukan mereka untuk binasa, melainkan oleh karena mereka tidak taat pada kehendak Allah sehingga mereka binasa (Yohanes 3: 36), sebaliknya Allah menghendaki mereka diselamatkan dan tidak binasa.
Jadi hati-hati jangan sampai Anda tersesat oleh ajaran palsu, yang mengunakan Alkitab namun tidak Alkitabiah. Karena bukan kebenaran yang disampaikan melainkan pembenaran. Ingatlah, ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi unjungnya maut (Amsal 14: 12)

Oeh: Ev. Dance S Suat

Bersambung edisi berikutnya