Langkah Pertama:
I. Mengakui bahwa Allah adalah Pencipta Langit dan Bumi
beserta segala isinya

Alam semesta yang sangat kompleks dan serasi,
terutama manusia yang berakal budi, tidak mungkin jadi secara
kebetulan yang didahului sebuah ledakan dan dilanjutkan dengan
berevolusi.
Firman Tuhan Berkata:
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Kitab Kejadian 1:1
Allah menciptakan makhluk berakal budi yaitu malaikat dan
manusia. Sebagian malaikat menentangNya dan kepada mereka
diberikan nama lain, yaitu iblis, dan akan dihukum di neraka.
Kalau kita percaya adanya Surga dan Neraka, maka tentu kita juga
percaya adanya Allah yang tinggal di Surga serta iblis yang akan dihukum di Neraka.
Setiap orang yang tidak percaya adanya Allah tidak mungkin bisa
masuk Surga karena Allah tidak mungkin mengijinkan orang yang
tidak percaya kepadaNya untuk pergi ke tempatNya.
Iblis sangat sukses mempengaruhi manusia. Terbukti hampir semua
manusia percaya akan keberadaan iblis dan bahkan banyak yang takut
kepadanya, sebaliknya mereka malah mengatakan tidak ada Allah.
Mereka tidak sempat berpikir bahwa kalau tidak ada Allah maka tidak
ada iblis, bahkan alam semesta pun tidak ada.
Tentu jauh lebih logis untuk percaya bahwa anda yang berakal budi
diciptakan oleh Allah yang berhikmat daripada berevolusi yang
berawal dari sebuah ledakan atau berubah dari monyet yang mungkin
pernah anda piara.
Anda percaya ada Allah? [ ] ya atau [ ] tidak

Kalau percaya, mari kita lanjutkan ke langkah kedua
Langkah Kedua:

II. Mengakui bahwa anda adalah orang berdosa.

Sesudah malaikat menentang Allah, kemudian ia mempengaruhi manusia agar juga
menentang Allah. Dengan sikap yang sangat jahat sepasang manusia
pertama yang diciptakan mengikuti jejak malaikat yang jahat (iblis).
Sikap mereka itu telah menyebabkan Allah mengusir mereka.
Seterusnya mereka melakukan semakin banyak hal yang jahat terhadap
Allah, antara lain mengatakan bahwa Allah tidak ada, dan mereka
hidup mengabaikan Pencipta mereka. Akhirnya terbentuklah sifat-sifat
yang semakin jahat.
Firman Tuhan Berkata:
…dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi
dan bahwa segala kecenderungan hatinya
selalu membuahkan kejahatan semata-mata.
Kitab Kejadian 6:5
Seterusnya setiap manusia yang lahir dari sepasang manusia
tersebut mewarisi sifat nenek moyangnya, yaitu menyukai kejahatan.
Ketika seorang bayi dilahirkan ia telah memiliki sifat jahat yang
mendorongnya melakukan kejahatan. Itulah sebabnya tanpa perlu
belajar tiap-tiap manusia bisa melakukan kejahatan. Sifat hati yang
cenderung berdosa. Dari kecil hingga dewasa manusia senantiasa melakukan dosa baik
di saat belum sadar maupun sesudah akil-balik. Ada yang mencuri
uang Rp.50.- dan ada yangmerampok uang Rp.50 miliar. Masalahnya
bukan pada jumlahnya, melainkan sifat perbuatannya.
Firman Tuhan Berkata:
Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
Surat Roma 3:10

Anda Seorang Berdosa? [ ] ya atau [ ] tidak
Kalau anda mengaku ya, mari kita lanjutkan ke langkah ketiga
Langkah Ketiga:
III. Memahami cara menyelesaikan masalah dosa.

Dosa manusia telah mengakibatkan manusia tidak bisa kembali ke Surga yang maha
kudus. Sifat hati manusia yang cederung berbuat dosa menyebabkan
ia tidak layak kembali ke Surga. Manusia memerlukan hati yang baru,
yaitu yang tidak memiliki sifat dosa, jika ia ingin kembali ke Surga.
Manusia bukan hanya memerlukan hati yang kudus, bahkan perbuatan
yang telah dihasilkan oleh hati yang jahat itu perlu dibereskan.
Tentu bukan dibereskan dengan rituil ibadah, amal, dan puasa. Perbuatan
jahat (dosa) itu hanya dapat dibereskan dengan penghukuman.
Semua pemerintah di dunia tahu bahwa kalau seseorang melanggar
hukum maka orang itu harus dihukum, bukan disuruh bertapa,
berpuasa, beramal, apalagi menyelenggarakan rituil ibadah. Menurut
akal sehat dan Alkitab, dosa hanya dapat dibereskan dengan penghukuman.
Karena dosa hanya dapat diselesaikan dengan penghukuman, maka
untuk menyelamatkan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, Allah
segera menjanjikan JURUSELAMAT. Nama YESUS artinya adalah
Juruselamat. Allah akan menjatuhkan hukuman kepada Sang Juruselamat
yang tidak berdosa sebagai ganti orang berdosa. Dan setiap orang
yang setuju bahwa dosanya ditanggung Sang Juruselamat, dosanya
akan dihitung Allah telah terhukumkan atau telah terselesaikan.
Sebelum Sang Juruselamat tiba, Allah menyuruh manusia yang percaya
pada janjiNya untuk melakukan ibadah simbolik yang mensimbolkan
Sang Juruselamat dan proses penggantian penerimaan hukuman
yang akan dilakukanNya, dengan menaruh seekor anak domba di atas
mezbah dan menyembelihnya. Domba menggambarkan Sang Juruselamat,
dan penyembelihannya menggambarkan penghukuman yang akan
dijatuhkan pada Sang Juruselamat. Ibadah domba korban.
Menyembelih domba sebagai korban adalah ibadah yang Allah
perintahkan sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Ibadah ini
diperintahkan untuk menggambarkan cara penyelamatan yang direncanakan
Allah. Adam & Hawa melakukan dan mengajarkan kepada
anak-anak mereka sehingga Habel melakukannya dengan tepat.
Selanjutnya Allah memerintahkan Musa melestarikan ibadah ini pada
setiap hari Paskah hingga Juruselamat yang dijanjikan atau
disimbolkan tiba. Siapakah Juruselamat yang disimbolkan itu? Allah menuliskan
tanda-tanda untuk mengenalNya dalam kitab Perjanjian Lama (PL).
Kitab PL ditulis dari 1500 tahun hingga 400 tahun Sebelum Masehi.
Allah menuliskan sekitar 300 tanda agar manusia tidak salah
mengenalNya, antara lain; dilahirkan oleh perempuan perawan
(Yes.7:14), lahir di Betlehem (Mi.5:1), memasuki Yerusalem
menunggang keledai (Zak.9:9) dan lain sebagainya. Dalam sejarah
manusia dari Adam hingga saat ini tidak ada seorang pun yang
menggenapi semua tanda yang tertulis selain Yesus yang dilahirkan
di kota Betlehem dan dibesarkan di Nazaret.
Allah mengutus Yesus dan membiarkanNya disalibkan
sebagaimana seekor domba dikorbankan. Ia menanggung dosa semua
manusia agar manusia berdosa bisa diselamatkan dari penghukuman.
Tanpa penghukuman Yesus di kayu salib dosa manusia tidak
terselesaikan.

Firman Tuhan Berkata:
Dia (Yesus) yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya (Allah)
menjadi dosa karena kita, supaya kita dibenarkan oleh Allah (II Kor.521)
Yesus tersalib di kayu salib untuk menanggung dosa dunia,
tentu juga termasuk dosa anda. Ia sengaja datang untuk
menggantikan anda menanggung dosa.

Firman Tuhan Berkata:
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib,
supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran (I
Pet.2:24) .
Hanya ada satu cara menyelesaikan dosa, yaitu dihukum. Setuju?
Kalau anda setuju, mari kita lanjutkan ke langkah keempat

Langkah Keempat:
IV. Mengenal Lingkup Anugerah Yesus Kristus.

Ketika Yohanes Pembaptis melihat Yesus, ia berkata:
Lihatlah Anak Domba Allah,
yang menghapus dosa dunia (Yoh.1:29).
Yesus diutus Allah ke dalam dunia untuk menanggung dosa semua
manusia (Ibr.2:9). Posisinya persis seperti domba korban yang
disembelih demi menggantikan manusia yang berdosa. Ini
menunjukkan kasih Allah yang amat besar. Sesungguhnya masalah
yang dihadapi manusia itu bukan lagi kejatuhannya ke dalam dosa
karena jalan keselamatan dari Allah telah tersedia.
Ketika Ia hampir menyerahkan RohNya, Ia berseru, “sudah selesai!”
Tentu maksudnya jalan keselamatan bagi manusia sudah selesai.
Yesus telah menyelesaikannya dengan menanggung hukuman dosa
manusia di kayu salib. Kemudian Ia bangkit untuk membela orang
yang percaya kepadaNya di hadapan Allah.
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu
salib,… (I Pet.2:24)
Karena penghukuman atas Yesus adalah penghukuman atas dosa
seisi dunia, atau dosa semua orang (dari Adam hingga manusia
terakhir), maka bayi yang belum berdosa secara perbuatan, melainkan
hanya berdosa dalam posisi dan sifat hati, tentu sudah secara otomatis
terselesaikan. Demikian juga dengan orang yang sakit jiwa sejak
belum akil balik, atau mereka yang lahir dalam keadaan cacat mental.
Mereka pasti masuk Surga.
Tetapi bagi kita yang bertumbuh dewasa dan melakukn dosa dengan
kesadaran kita, maka syarat untuk masuk kedalam lingkup
penanggungan Yesus, atau disebut lingkup anugerah Yesus ialah
bertobat dan percaya kepadaNya dengan segenap hati. Bertobat artinya
merasa bersalah dan menyesali dosa yang telah kita lakukan serta
bertekad tidak mengulanginya lagi. Dan percaya artinya menyetujui
atau mengaminkan penghukuman Yesus di kayu salib sebagai
pengganti kita. Seharusnya kitalah yang disalibkan, tetapi Yesus telah
menggantikan kita menerima hukuman kita. Jadi melihat serta
mengaminkan bahwa Yesus telah menggantikan kita dihukumkan, dan
sekarang kita sedang menggantikan Yesus hidup. Hidup kita sekarang
ini bukan milik kita melainkan milik Yesus. Dan sejak kita bertobat
dan percaya, maka kita berusaha hidup menurut Alkitab karena itu
adalah petunjuk Yesus bagi orang yang sedang menghidupi kehidupan
milikNya.

Kapan saja orang yang telah bertobat dan percaya dengan segenap
hati mati, PASTI akan masuk surga, karena seluruh dosanya, dari lahir
hingga yang terakhir akan dibuatnya, telah ditanggung Yesus di kayu
salib. Jika ia jatuh ke dalam dosa (tanpa direncanakan), dosa tersebut
telah ditanggung Yesus di kayu salib. Yesus memerintahkan muridNya
yang jatuh lagi untuk mengaku dosa dan bangkit lagi untuk bertekad
tidak mengulanginya lagi. Setiap murid yang telah bertobat dan
percaya jatuh ke dalam dosa pasti akan merasa bersalah kepada Yesus,
dan jika tidak maka itu tanda bahwa ia belum bertobat dan percaya.
Orang yang telah bertobat dan percaya hidup bersukacita dan tahu
bahwa ia harus mematuhi perintah Yesus di dalam Alkitab. Ia tahu
bahwa ia melakukan itu karena ia telah diselamatkan bukan agar
diselamatkan. Ia juga akan mencari gereja untuk menggabungkan diri
karena ia tahu bahwa membentuk jemaat adalah kehendak
Juruselamatnya. Ia akan giat berbuat baik kepada siapa saja bukan agar
bisa masuk surga, melainkan karena sudah pasti masuk sorga. Ia akan
berusaha menjalankan hidup dengan sebaik-baiknya, atau semanismanisnya
karena ia murid Yesus yang pasti masuk sorga.
Tahukah anda bahwa Yesus Telah menanggung dosa anda?
Anda harus menentukan sikap terhadapNya.
Langkah Kelima:
V. Mengambil Keputusan.

Mengetahui adanya jalan keselamatandan segala keindahan keadaan orang yang telah bertobat dan percaya
tidak menjadikan seseorang secara otomatis diselamatkan. Melainkan
mengambil keputusan untuk melangkahkan kaki ke jalan itu baru bisa
memperoleh keselamatan. Mengetahui adanya makanan yang lezat
tidak membuat seseorang menjadi kenyang, melainkan mengambil
keputusan untuk memakan makanan itu.
Ketahuilah bahwa Yesus telah menanggung dosamu sebelum
engkau lahir. Kini setelah anda mengetahuinya anda hanya diminta
untuk melakukan satu hal, yaitu dengan iman menyerahkan dosa anda
kepadanya dengan mengaku bahwa anda adalah orang berdosa dan
menyatakan menyambut kebaikan hatinya menggantikan anda
menerima penghukuman.
Alkitab berkata bahwa semua itu dilakukan dengan iman, bukan
dengan kekuatan kita. Keselamatan itu anugerah Allah yang telah
Tuhan Yesus kerjakan untuk kita.
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;
itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.
Efesus 2:8 Maukah anda dengan iman mengatakan bahwa:
Anda adalah orang berdosa dan anda berterima kasih kepada
Yesus yang telah menggantikan anda?
Sangat sederhana, namun keputusan ini sangat penting. Keputusan ini
akan menentukan kepastian keselamatan jiwa anda.
Ucapkanlah!
Yesus, saya mengaku bahwa saya seorang berdosa.
Terima kasih atas pengorbananmu di kayu salib.
Saya menyambutMu sebagai Juruselamat saya. Amin.
Setelah Mendapat Kepastian Masuk Surga
Karena anda telah menyambut anugerah Tuhan Yesus, maka kini
anda sudah mendapat kepastian masuk Surga. Selanjutnya anda memerlukan
gereja agar iman anda terpelihara bahkan semakin bertumbuh.
Ia berjanji akan menjemput kita. Kita harus bersiap-siap
menghadapi dua hal; yaitu kita yang lebih dulu berangkat kepadaNya
melalui kematian atau Dia yang datang kembali menjemput kita.
Untuk itu kita memerlukan hal-hal berikut:
1. Kita memerlukan teman seiman agar ada persekutuan yang
indah dan saling menguatkan.
2. Kita memerlukan bimbingan rohani. Masih ada banyak hal yang
perlu kita ketahui dan lakukan untuk Tuhan kita yang telah
menyelamatkan kita.
3. Kita memerlukan pelajaran firman Tuhan agar kita dapat
menguatkan orang lain bahkan mengajarkan kepada mereka halhal
yang belum mereka ketahui.
Semua itu hanya bisa kita dapatkan kalau kita menggabungkan
diri dengan sebuah jemaat lokal. Namun kita harus berhati-hati
memilih gereja lokal karena pada akhir zaman ini iblis telah menyusup
masuk ke dalam gereja untuk menyimpangkan pengajarannya. Gereja
lokal yang dikehendaki Tuhan untuk kita ialah gereja lokal yang
mengajarkan dan mentaati seluruh Alkitab.