Kaum baptis Independen menyakini bahwa baptis tidak menyelamatkan, namun kaum baptis adalah kelompok yang ingin melakukan kehendak Tuhan setepat-tepatnya sebagai bukti percaya Yesus dan tunduk pada kebenaran. Kaum baptis independen adalah kelompok yang menjunjung tinggi Alkitab sebagai kebenaran absolute dan merupakan kelompok yang menjaga praktek kebenaran yang sejati, sebagaimana mempertahankan prinsip baptisan yang benar sebagai prinsip kemurniaan iman yang Alkitabiah.

Setan Pun Percaya Allah

Menurut kalangan Calvinist seseorang tidak dapat percaya apabila tidak dikaruniakan percaya oleh Tuhan, jika demikian siapa yang mengaruniakan Setan percaya Allah? Seperti yang dituliskan dalam Yakobus 2: 19, “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.” Jika berpatokan pada ajaran Calvinist maka Allah juga yang mengaruniakan setan untuk percaya dan Allah jugalah yang mengaruniakan manusia untuk menyembah berhala. Jelas sekali ajaran yang demikian sangat tidak Alkitabiah, karena iman timbul dari respon manusia terhadap sesuatu, di dalam Alkitab iman biasanya menyatakan tanggung jawab manusia pada Allah atas segala sesuatu yang ilahi (Ibrani 11:1, Roma 10: 17, Galatia 2: 20). Itulah sebabnya baik setan, penyembah berhala maupun orang jahat bertindak atas tanggung jawab pribadi bukan karena dikaruniakan Allah seperti konsep Calvinist.
Di dalam Alkitab tercatat bahwa setan-setan percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah yang maha tinggi (Lukas 8: 27-28), sebagaimana yang dituliskan Yakobus 2: 19. Kepercayaan setan terhadap Yesus adalah kepercayaan yang pura-pura, sebab walaupun mereka percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah namun mereka tetap melawan Yesus dan pengikut-pengikut Yesus. Setan-setan tidak pernah patuh atau tunduk pada kebenaran, mereka melawan kebenaran, memutarbalikkan kebenaran demi tujuan menyesatkan manusia sebanyak mungkin ke Neraka.

Orang Kristen Yang Tidak Dibaptis dan Menyimpangkan Baptisan Yang Benar Sama Seperti Setan-setan Percaya Yesus

Karena baptisan tidak menyelamatkan maka sebagian orang Kristen dan organisasi gereja yang tidak tunduk pada kebenaran menganggap sepeleh masalah baptisan. Kebanyakan argumentasi yang ditemukan dari kelompok demikian ialah “mau dibaptis atau tidak dibaptis, mau percik atau selam tidak penting yang penting ialah percaya Yesus.” Argumentasi dan pernyataan seperti ini, sebenarnya membuktikan bahwa kepercayaan terhadap Yesus adalah kepercayaan yang semu atau munafik atau seperti yang dikatakan Yakobus iman yang mati (Yakobus 2: 17). Jelas baptisan adalah upacara yang sangat penting, sehingga Tuhan Yesus sendiri memberi diri dibaptis dan memerintahkan untuk membaptis (Matius 28: 19-20), bahkan Rasul Paulus harus membaptis ulang orang yang dibaptis Yohanes Pembaptis tanpa memenuhi syarat baptisan yang benar (Kisah Para Rasul 19: 1-5).
Baptisan adalah upacara simbolik dalam masa ibadah hakekat yang sangat penting, yang diperintahkan Tuhan kepada jemaat local sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran untuk melakukannya (1 Timotius 3: 15). Di mana ada pendirian jemaat local yang Alkitabiah maka baptisan pasti yang benar pasti dilaksanakan dan dilestarikan, sebab baptisan adalah gambaran Injil yang harus dijaga dan dipelihara jemaat dari generasi ke generasi.
Yohanes pembaptis yang mendirikan jemaat membaptis, rasul-rasul yang meneruskan pekerjaan pendirian jemaat juga membaptis, bahkan tidak ada tempat dimana jemaat local berdiri tanpa ada baptisan. Saking pentingnya baptisan sehingga seringkali dihubungkan dengan pengampunan dosa (Markus 16: 16, Kisah Para Rasul 2: 38).
Saya adalah orang yang sangat menentang baptisan dapat menyelamatkan. Baptisan tidak menyelamatkan, namun orang yang sudah diselamatkan wajib memberi diri dibaptis sebagai bukti nyata di hadapan jemaat bahwa orang yang demikian mengakui pengorbanan Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan mau menyerahkan diri dipimpin dalam persekutuan jemaat yang benar (menjadi anggota jemaat yang Alkitabiah), sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan dan ikut memelihara dan melestarikan Injil dari generasi ke generasi.
Orang yang sudah diselamatkan, namun dengan berbagai alasan tidak mau memberi dibaptis dengan benar maka orang yang demikian adalah orang kepercayaannya sama seperti setan-setan. Mengetahui kebenaran namun tidak melakukannya, bahkan melawannya dengan berbagai alasan adalah tindakan yang sama dengan perbuatan setan-setan. Orang demikian diragukan patut diragukan iman keselamatannya atau orang memiliki iman yang mati (Yakobus 2: 17).
Kasus Penjahat Yang Disalib Bersama Yesus Kristus
Kasus penjahat di sisi Yesus yang mendapat jaminan tempat di Firdaus atas pengakuannya terhadap Yesus Kristus (Lukas 23: 39-43) seringkali digunakan alasan utama dari orang-orang yang menyepelekan dan mengabaikan makna baptisan yang benar. Memang baptisan tidak menyelamatkan, penjahat di sisi Yesus yang mengakui Yesus Kristus mendapat jaminan di Firdaus tanpa dibaptis, namun posisi penjahat di sisi Yesus sangat berbeda dengan mereka yang memiliki kesempatan hidup. Penjahat di sisi Yesus tersebut tidak memiliki kesempatan untuk hidup, jadi ia tidak punya tuntutan selanjutnya sesudah percaya yakni mejadi murid dan mempelajari kebenaran (1 Timotius 2: 3-4) atau tidak punya kesempatan untuk bergabung dalam jemaat local.
Orang yang percaya Yesus namun tidak memiliki kesempatan untuk hidup, orang yang demikian pasti selamat. Itulah sebabnya bila seseorang sedang sekarat yang mendengar Injil lalu bertobat tidak perlu dibaptis, karena baptisan dilaksanakan dalam kumpulan orang-orang percaya bukan atas nama pendeta atau nama tertentu. Namun apabila seseorang yang percaya memiliki kesempatan untuk hidup, maka sudah sewajibnya orang yang demikian menyerahkan diri dibaptis untuk menjadi murid dan siap dimuridkan di dalam jemaat local. Orang percaya yang punya kesempatan namun tidak mau dibaptis dengan benar dengan berbagai alasan maka orang demikian sebenarnya belum diselamatkan atau belum percaya, sebab kepercayaan orang yang demikian sama dengan setan-setan.
Tradisi Gereja Yang salah Menghasilkan Orang Kristen Tanpa Pertobatan
Tradisi pembaptisan bayi dan pembaptisan percik adalah tradisi gereja yang menghasilkan orang Kristen tanpa pertobatan, sebagai anak yang tumbuh dari tradisi gereja yang demikian, saya dapat bersaksi bahwa tradisi demikian menghasilkan orang Kristen tanpa pertobatan dan tanpa pengertian. Menjalankan iman hanya sebagai formalitas keagamaan dan tuntutan social, bukan karena mengerti atau percaya sungguh-sungguh pada Yesus Kristus.
Gereja tidak menyelamatkan, namun gereja memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan anggotanya, gereja yang ajaran tidak Alkitabiah akan menghasilkan anggota yang hidup tanpa pengertian, hidup tanpa pertobatan. Semua tata cara penyembahan dalam gereja yang tidak Alkitabiah adalah penyembahan yang sia-sia (Markus 7: 6-8, Kolose 2: 23). Oleh sebab itulah seseorang yang tetap mempertahankan keanggotaannya dalam sebuah gereja yang salah bukan karena kebenaran adalah orang yang bodoh (Matius 7: 24-27, Efesus 5: 17).
Tuhan Yesus dalam Matius 16: 18 menyatakan bahwa akan membangun (dalam bahasa Indonesia mendirikan bukan membangun, namun dalam bahasa aslinya, Yunani dan inggris membangun. Karena gereja didirikan sejak Yohanes tampil, sedangkan para Rasullah yang membangun di atas dasar Yohanes pembaptis) jemaatNya di atas dasar para Rasul (Efesus 2: 20). Dari pernyataan Tuhan Yesus tersebutlah sudah dapat diklasifikasi bahwa ada jemaat milik Kristus yang ajarannya terpusat pada firman Tuhan atau jemaat Alkitabiah dan ada jemaat yang bukan milik Kristus yang ajarannya terpusat pada ajaran manusia oleh tipu muslihat Setan. Hal ini diperjelas oleh Tuhan Yesus dalam perumpamaan lalang dan gandum (Matius 13: 24-30), orang yang menabur benih gandum adalah Tuhan Yesus sendiri yang menambur benih gereja yang benar, sedangkan musuh yang menabur benih lalang adalah setan yang menabur benih ajaran gereja yang sesat, gereja yang mengutamakan tradisi dan aturan manusia daripada firman Tuhan (Markus 7: 8). Namun gandum akan masuk lumbung menjadi milik kepunyaan tuannya sedangkan lalang akan dibuang ke dalam api untuk dibinasakan, itulah sebabnya gereja yang benar akan tumbuh bersama-sama dengan gereja yang tidak benar, namun gereja yang benar akan bertumbuh sehat dihadapan manusia dan Tuhan, sedangkan gereja yang tidak benar akan mengalami pertumbuhan yang sia-siatanpa hasil atau menghasilkan orang Kristen tanpa pertobatan.
Salah satu alasan baptisan menjadi upacara yang sangat penting dalam jemaat karena melalui baptisanlah seseorang menyatakan komitmennya kepada komunitas bahwa ia sungguh-sungguh mengakui pengorbanan Yesus Kristus dan mau turut menjadi saksi Kristus bersama komunitas jemaat yang Alkitabiah kepada dunia (1 Korintus 12: 13). Sehingga kehidupan iman orang yang sudah dibaptisan adalah kehidupan yang bertumbuh, yang menghasilkan hidup dalam pimpinan Roh bukan hidup dalam daging (Galatia 5: 19-22). Melalui jemaat yang Alkitabiahlah kebenaran Tuhan dijaga untuk membangun kehidupan yang berkenan kepada Tuhan dan memelihara kebenaran Tuhan untuk generasi yang akan dating (1 Timotius 3: 15).
Tradisi gereja yang salah menghasilkan orang Kristen tanpa pertobatan dan hanya mempermudah cara iblis membinasakan manusia melalui ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Semakin seseorang berpikir dan merasa rohani namun belum mengetahui kebenaran maka semakin sulit jugalah orang tersebut memperoleh kebenaran, dan hal inilah yang diharapkan iblis. Perbuatan baik, amal, ibadah yang tidak didasarkan pada kebenaran tidak akan menyelamatkan manusia, hanya Kristus dan kebenaranlah yang dapat menyelamatkan dan memerdeka seseorang dari segala macam perhambaan setan dan manusia (Yohanes 8: 31-32).
Pentingnya Gereja Yang Alkitabiah
Sebelum naik ke Surga Tuhan Yesus hanya menyatakan bahwa jemaat milikNya adalah institusi rohani yang ada di dunia, Tuhan Yesus tidak pernah menyatakan bahwa yayasan, panti asuhan, sekolah theologia atau ada institusi lain milikNya. Oleh sebab itulah orang-orang melayani Tuhan, yang bukan utusan jemaat adalah hamba-hamba Tuhan yang tidak mengerti kebenaran dan membuat kebenaran sendiri, yang bila berhasil mendirikan jemaat maka jemaat yang dibangunnya tersebut dapat mejadi cikal-bakal gereja lalang.
Di dalam Alkitab Rasul-rasul dan orang-orang yang pergi memberitakan Injil atau dengan tujuan membangun jemaat harus melalui pengutusan jemaat local. Rasul-rasul dan orang-orang percaya yang pertama memberitakan Injil merupakan utusan jemaat Yerusalem, itulah sebabnya Paulus dan Barnabas pun menerima pengutusan dari jemaat Antiokhia (Kisah Para Rasul 13: 1-3). Satu-satunya institusi rohani yang diberikan otoritas oleh Tuhan Yesus untuk melakukan pengutusan adalah jemaat local karena jemaat local adalah tubuh Kristus dan tubuh Kristus harus kudus.
Saya Ev. Dance S Suat diutus oleh otoritas jemaat local Graphe untuk memberitakan Injil dan membangun jemaat yang Alkitabiah, keprihatinan terhadap iman Kristen di NTT mendorong saya untuk membangun jemaat yang Alkitabiah di NTT. Hanya melalui jemaat yang Alkitabiahlah dapat dihasilkan orang Kristen yang sungguh-sungguh hidup dalam kebenaran, karena selain keteladan iman dari seorang pemimpin, orang Kristen yang hidup dalam kebenaran mengakui firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi dalam hidupnya. Semoga Allah sumber segala pengharapan dapat mempertemukan dengan orang-orang yang cinta kebenaran di tanah timor.
Orang-orang yang sudah menyadari akan kesalahan iman yang tidak Alkitabiah, sudah sepatutnya menyerahkan diri dibaptis bergabung dalam jemaat Alkitabiah untuk turut menjadi teladan dan saksi Kristus dan turut dalam peregenarasian kebenaran kepada generasi yang akan dating. Sebaliknya orang-orang yang tidak berani berkomitmen dan membuat keputusan adalah orang-orang yang kepercayaannya sama dengan kepercayaan setan.
Hanya melalui gereja yang Alkitabiah dapat dihasilkan orang Kristen yang sejati dan hanya melalui gereja yang Alkitabiahlah kebenaran dapat dijaga dan dipertahankan sampai hari kedatangan Tuhan, berbahagialah orang-orang setia sampai mati karena mempertahankan kebenaran dan celakalah mereka yang memanipulasi dan memutarbalikkan kebenaran demi kepetingan perut, materi dan duniawi. Amin!!!

“SEBAB ITU JANGANLAH KAMU BODOH,
TETAPI USAHAKANLAH SUPAYA KAMU MENGERTI KEHENDAK TUHAN.” EFESUS 5: 17