Di manakah engkau? Adalah komunikasi pertama Allah kepada manusia sesudah manusia jatuh dalam dosa. Manusia takut bertemu dengan Allah, manusia bersembunyi dan lari dari padangan Allah, dosa telah menyadarkan manusia akan kejahatan (Kejadian 3: 9-10). Manusia hidup tanpa pengharapan, namun Allah dating kepada manusia dengan memberikan pengharapan walaupun manusia sudah merusak seluruh ciptaanNya; akibat dosa alam semesta, tubuh jiwa dan roh manusia mengalami kerusakan total, Roh Allah yang telah dihembuskan kepada manusia pun dirusak dan dibinasakan manusia.
Bila tanpa Roh yang dihembuskan Allah kepada manusia maka manusia akan binasa seperti binatang, namun dengan Roh yang telah dihembuskan Allah kepada manusia maka kebinasaan manusia akibat dosa adalah kebinasaan yang kekal. Allah dating mencari manusia dengan memberikan pengharapan keselamatan keselamatan yang kekal, tubuh manusia dengan segala sesuatu di alam semesta akan dibinasakan ( 2Petrus 3: 10), terkecuali Roh manusia akan abadi dalam kebinasaan yang kekal akibat dosa (Yesaya 66: 24). Itulah sebabnya Allah dating memberikan pengharapan kepada manusia bahwa Rohnya akan menghidupkan jiwa, tubuh dalam kekekalan Surga, apabila manusia bertekun memelihara janji keselamatanNya yang telah diberitakan pada manusia (Kejadian 3: 15, 1 Timotius 2: 15).
Dosa telah membuat manusia bersembunyi dari hadapan Allah, manusia yang bergulat dengan dosa perjudian, pelacuran, penipuan dan segala macam dosa bersembunyi dari Allah. Walaupun dosa membuat manusia hidup dalam ketakutan, namun manusia bersembunyi dari Allah. Saudaraku, siapapun engkau yang hari ini masih bergulat dengan segala macam dosa, ketahuilah bahwa Allah mencarimu untuk menyelamatkan engkau, Allah ingin engkau mencariNya supaya diselamatkan (Yesaya 55: 5-6). Jangan percaya dengan hasutan Iblis melalui Calvinisme yang mengajarkan bahwa setiap orang sudah ditakdir sebelum dunia dijadikan untuk masuk Surga dan Neraka, Allah tidak seperti Allah karangan Calvinisme, Allah mencari dan memanggil engkau, panggilan untuk semua orang (Matius 11: 27-28), siapapun yang hatinya berbalik pada Allah akan mendapat keselamatan ( 2 Korintus 3: 16-18, Ibrani 4: 7-11).
Aku Takut Mendengar SuaraMu
Manusia yang mendengar kehadiran Allah disekitarnya menjadi takut, manusia ingin bersekutu dengan Allah namun dosa membuat manusia takut pada kekudusan Allah. Dosa yang telah diperbuat manusia menjadikan manusia takut pada kekudusan Allah, manusia berusaha menjauh dari kekudusan Allah. Sadar akan apa yang telah diperbuatnya dan sadar akan jahat telah menjadikan manusia harus lari dan bersembunyi dari Allah, kekudusan dari Allah adalah sesuatu yang sangat menakutkan bagi manusia yang berdosa, kekudusan mejadi penghalangan utama antara manusia berdosa dengan Allah dan kekudusan menjadi musuh pertama manusia sesudah jatuh dalam dosa.
Manusia yang bergulat dalam dosa sangat takut dan membenci kekudusan. Dalam suatu pertemuan pribadi, saya sangat kaget dengan pernyataan seseorang yang terpelajar, bahwa “ia karena tuntutan kekudusan yang ditekankan Alkitab,” secara implicit pernyataan ini mengambarkan kebencian dan ketakutan akan kekudusan. Kekudusan telah menjadi musuh manusia berdosa, karena kekudusanlah manusia berdosa menjadi takut dan bersembunyi dari hadapan Allah. Namun tanpa kekudusan manusia tidak dapat bersekutu dengan Allah, persekutuan antara Allah dan manusia dapat terjaling kembali apabila adanya kekudusan dalam diri manusia.
Allah telah membuat manusia kudus dihadapanNya melalui pengorbanan darah binatang, yang kulitnya menutupi ketelanjangan manusia dan manusia pun rela memberi diri untuk mengunakan pakaian buatan Allah (Kejadian 3: 21, 1 Korintus 1: 30; 6:11). Kekudusan yang menjadi penghalang antara Allah dan manusia telah diperdamaiankan melalui Yesus Kristus (Roma 5: 8-9, Ibrani 9: 11-14), dan orang-orang yang rela memberi diri diperdamaian melalui Yesus Kristus mendapat jaminan persekutuan dan keselamatan dari Allah (Ibrani 9: 22-28). Sudahkah Anda diperdamaian dengan Allah? Melalui penebusan Yesus Kristus tidak adalah ketakutan akan suara Allah, sebaliknya suka cita yang melimpah meliputi hati orang-orang yang sudah menerima Yesus Kristus untuk bertemu dengan Allah dan secepatnya masuk Surga (Filipi 1: 21-23).
Karena Aku Telanjang
Karena aku telajang, itulah alasannya mengapa manusia takut dan bersembunyi dari Allah sesudah jatuh dalam dosa (Kejadian 3: 9-10). Gambaran ketelajangan manusia di hadapan Allah sampai saat ini dilakukan manusia; hanya orang gila, orang yang kurang waras dan hilang kesadarannya yang berani memperlihatkan ketelanjangannya diantara sesama, bahkan suami istri pun bisa dikatakan gila bila bertelajang dihadapan pasangan setiap waktu terkecuali saat melakukan hubungan suami-istri. Manusia yang tidak malu melakukan dosa adalah manusia yang kurang waras, gila dan hilang kesadaran, orang yang demikian sama seperti orang yang suka mempertontonkan ketelajangannya di hadapan sesamanya. Saat ini kita dapat menyaksikan banyak orang yang gila, kurang waras dan hilang kesadaran yang mempertontonkan segala macam dosa. Dosa menjadi konsumsi public dan dosa menjadi sesuatu yang digemari manusia. Akibat keputus-asaan manusia mejalin persekutuan dengan Allah, manusia melakukan perbuatan-perbuatan yang hina dan memalukan dihadapan Allah (Roma 1: 18-32).
Adanya agama di dunia bukannya memperbaiki hubungan antara manusia dan Allah, sebaliknya Agama-agama di dunia semakin memperburuk usaha perdamaian. Manusia menjadi takut dan tidak sanggup melakukan tuntutan agama mengenai kekudusan lahiriah, banyak diantara manusia berpikir dan merasa tidak mampu untuk menjalin kembali persekutuan dengan Allah melalui usahanya, dan banyak pemimpin-pemimpin agama yang menjalankan tuntutan secara lahiriah namun tetap memelihara dan melakukan perbuatan-perbuatan dosa tersembunyi secara terus menerus, sehingga banyak orang yang beragama menjadi putus-asa dan hilang pengharapan, beberapa dari mereka menyatakan diri sebagai musuh Allah dengan menyebut dirinya Ateisme. Manusia tidak dapat mengusahakan perdamaian dengan Allah melalui segala macam usahanya seperti; perbuatan baik, amal, ibadah, puasa, bertapa, dan segala macam bentuk usaha manusia untuk berdamai dengan kekudusan Allah adalah perbuatan yang sia-sia seperti yang tuntutan agama-agama buatan manusia di dunia.
Manusia yang telajang akibat dosa berusaha menutupi ketelanjangannya dengan daun pohon ara (Kejadian 3: 7), namun mereka tetap saja takut dan bersembunyi saat mendengar suara Allah. Inilah bukti bahwa apapun yang manusia usahakan untuk menutupi dosa-dosanya tetap akan menjadi sia-sia, saat berhadapan dengan Allah. Manusia tetap merasa takut dan bersalah dihadapan Allah akibat dosa-dosanya. Tanpa pengampunan dari Allah manusia tetaplah orang berdosa, yang harus mati dalam kekekalan di Neraka (Yesaya 66: 24). Allah yang sangat mengasihi manusia, menyatakan pengampunannya melalui pengorbanan binatang ciptaanNya untuk menutupi ketelanjangan manusia (Kejadian 3: 22, Ibrani 9: 22) dan ini adalah korban darah pertama diantara semua ciptaan Allah. Allah harus rela mengorbankan ciptaanNya demi dosa-dosa manusia dan kesempurnaan pengorbanan Allah untuk pengampunan dosa manusia yakni dengan jalan menyerahkan anakNya yang tunggal untuk menguduskan manusia (Yohanes 3: 16). Melalui korban darah Yesus Kristus dosa manusia dikuduskan dihadapan Allah (Yesaya 1: 18).
Yesus bukan ciptaan Allah sebagaimana ajaran saksi Yehova yang juga sangat saya tantang, Yesus adalah Allah yang rela mengorbankan diriNya demi pengampunan dosa manusia, demi kekudusan manusia dihadapan Allah (1 Yohanes 5: 10, 20), itulah sebabnya pengorbanan Yesus Kristus disebut dengan kasih karunia Allah (Yohanes 3: 16). Tidak ada jalan lain untuk dapat bersekutu dalam kekudusan Allah selain daripada berseru kepada nama Yesus (Roma 10: 13, Kisah Para Rasul 4:12), mengakui Yesus Kristus sebagai juruselamat pribadi dan menyesali dosa-dosa yang sudah diperbuat, karena hanya dengan jalan demikianlah kita mendapat kekudusan dari Allah (1 Korintus 1: 30; 6:11, Ibrani 10: 10, 14). Mari saudara keselamatan ditawarkan kepada semua orang (Mat. 11:27-28, 1 Timotius 2: 3-4), jangan percaya dengan hasutan iblis melalui ajaran Calvinisme yang mengajarkan bahwa, penebusan terbatas hanya untuk orang-orang yang sudah ditentukan selamat sebelum dunia dijadikan.
Keturunan Perempuan
Janji Tuhan mengenai keturunan perempuan yang akan meremukkan tumit keturunan ular, menjadi salah satu agenda iblis untuk menghancurkan keturuanan perempuan tersebut. Tercatat di dalam Alkitab bahwa iblis sangat gencar untuk menghancurkan keturunan perempuan dimulai dengan Kain yang akhirnya menjadi pembunuh, persetubuhan iblis dengan anak-anak perempuan manusia (Kejadian 6: 3-4), Sarah yang hampir-hampir tidur dengan Firaun, Rahab, Rut, Betseyba namun semua usaha Iblis untuk mengagalkan rencana pengenapan janji Tuhan gagal total.
Iblis tidak memahami janji Tuhan secara spesifik, itulah sebabnya Iblis berusaha menghancurkan keturunan laki-laki bukan keturunan perempuan. Karena satu-satunya keturunan perempuan di muka bumi ini hanya Yesus Kristus. Yesus Kristus tidak diperanakkan oleh hasil dari pembuahan laki-laki, Yesus Kristus adalah keturunan perempuan tanpa laki-laki, sehingga janji penyelamat Allah dalam kejadian 3: 15 digenapi dalam diri Yesus Kristus.
Mengapa bukan yang lain yang menjadi penyelamat manusia? Karena yang lain yang mengaku-ngaku utusan Tuhan adalah keturunan laki-laki bukan keturunan perempuan yang dijanjikan dalam Kejadian 3: 15. Banyak manusia pun yang berpikir sama seperti Iblis sehingga tanpa memahami janji Allah mempertuhankan dan menyembah keturunan manusia, bukan mempercayai janji Allah mengenai keturunan perempuan yang menyelamatkan manusia dari permusuhan dengan Iblis yakni Yesus Kristus juruselamat dunian ( Matius 1:21-22).
Yesus Kristus Satu-satunya Juruselamat Manusia
Setelah gagal menghancurkan keturunan perempuan, maka iblis berusaha menghancurkan janji Tuhan melalui ajaran Liberalisme, postmodernisme dan universalisme, yang mengajarkan bahwa Yesus Kristus salah satu juruselamat bukan satu-satunya juruselamat, dan orang yang sungguh-sungguh berbuat baik walaupun tanpa Yesus Kristus pasti masuk Surga, ajaran ini berpatokan pada kitab Roma 2: 6-9). Ajaran demikian adalah ajaran sesat yang meneruskan program Iblis untuk merusak penyelamatan Allah terhadap manusia, karena tanpa Yesus Kristus tidak ada seorangpun yang dapat diselamatkan dari maut (Yohanes 14: 6, Kisah Para Rasul 4: 12).
Adakah manusia yang berbuat baik dihadapan Allah? Ajaran liberalisme, postmodernisme, dan universalisme telah menipu manusia bahwa manusia bisa selamat dengan perbuatan baiknya, dihadapan Allah tidak ada seorang pun yang berbuat baik (Roma 3: 12). Oleh sebab itulah seseorang yang ingin diselamatkan harus membereskan dosa-dosanya dan hanya Yesus Kristuslah yang dapat menyelamatkan segala perbuatan-perbuatan dosa seseorang, Yesus ingin setiap orang mendengar panggilanNya dan Ia ingin semua orang diselamatkan (1 Tim. 2: 3-4), namun hal tersebut kembali kepada hati setiap orang yang mendengar Yesus Kristus, bila orang yang sadar akan dosa-dosanya dan malu akan kekotoran dan ketelanjangannya dihadapan Allah dan mau menyerahkan dirinya kepada Yesus Kristus untuk menyucikannya dari segala dosanya maka jalan keselamatan telah tersedia baginya dihadapan Allah (Efesus 1: 13-14).
Saudaraku, berapa lama lagi engkau menjauh dari Allah dan menipu Allah dengan kebobrokan akalmu atau berapa lama lagi engkau mau terkunkung dalam ikatan ajaran manusia yang berusaha memperdaya dan menipu engkau ke jalan kebinasaan, bertobatlah dan serahkanlah seluruh hidupmu pada Yesus maka Yesus akan menolong engkau dan menyelamatkanmu dari kebinasaan (Yesaya 1: 18, Mazmur 37: 5-6, Roma 10: 8-10). ****AMIN****

WASPADALAH TERHADAP FILSAFAT PALSU DALAM AJARAN KRISTEN
“Gereja tidak menyelamatkan, hanya iman kepada Yesus yang dapat menyelamatkan.” Hal Itu merupakan alasan yang sering dikemukan banyak orang Kristen ketika dihadapkan dengan masalah perbedaan gereja, namun mereka tidak pernah berpikir kritis bahwa perbedaan aliran gereja disebabkan oleh adanya perbedaan dalam memahami ajaran Yesus. Ajaran Yesus yang benar telah dimanipulasi dan diputarbalikan oleh orang-orang yang tidak mencintai kebenaran atau yang Rasul Yohanes sebut sebagai antek-antek anti Kristus yang ada dalam komunitas Kristen (1 Yohanes 2: 18-19).
Orang Kristen yang senang dengan kotbah-kotbah lucu atau cerita-cerita isapan jempol daripada mendengar kotbah-kotbah yang sifatnya mempelajari kebenaran adalah sasaran empuk dari para antek anti Kristus untuk disesatkan dan tipu ( 2 Timotius 4: 3-4). Oleh sebab itulah Rasul Paulus dengan sangat tegas dan tajam mengingatkan orang percaya bahwa harus berusaha mengerti kehendak Tuhan, jangan seperti orang bodoh yang gampang ditipu dan manipulasikan oleh para antek anti-Kristus (Efesus 5: 17).
Sifat kritis sangat dianjurkan oleh Alkitab, hal ini sangat berkaitan dengan maraknya penyesatan, yang memanipulasi kebenaran dan banyaknya para pelayan yang mengaku hamba Tuhan namun melayani demi orientasi materi dan hal-hal lahiriah bukan menyampaikan kebenaran. Paulus menyarankan untuk menguji segala sesuatu ( 1 Tesalonika 5: 21), sedangkan Rasul Yohanes menyarankan untuk menguji setiap roh (1 Yohanes 4: 1). Bahkan Rasul Paulus menyebut mereka yang memanipulasi atau memutarbalikan firman dengan sebutan pekerja-pekerja yang jahat (Fil. 3: 2), Tuhan Yesus menyebutnya dengan pencuri, pembunuh yang membinasakan (Yohanes 10: 9-10).
Ajaran Filsafat Palsu Dalam Kekristenan
Konsep TULIP Calvinisme merupakan salah satu bentuk filsafat yang telah merusak pengajaran Kristen yang Alkitabiah, Yesus menebus dosa semua manusia bukan hanya dosa orang pilihan (Yohanes 1: 29, 1 Yohanes 2: 2, 1 Timotius 2: 5-6). Calvinist selalu berargumentasi bahwa kata semua dan seluruh dunia yang dituliskan dalam ayat-ayat tersebut ialah sejauh mata memadang, hal ini sangat jelas bahwa telah memanipulasi firman Tuhan. Alkitab adalah insiparasi Allah jadi Alkitab ditulis dengan pemahaman Allah, jadi kata seluruh dunia, semua yang ditulis Alkitab ditulis berdasar kemahatahuan Allah mengenai dunia. Karena terikat dengan Akrostik TULIP para Calvinist berusaha membela kesesatan ajaran tersebut dengan berbagai macam dalil, yang pada akhirnya mendiskreditkan Alkitab dan menyangkali kemahatahuan Allah.
Yang paling mencolok dalam ajaran Calvinist tentang filsafat kosong adalah ajaran Predestinasi, yang mengajarkan bahwa, “sebelum dunia dijadikan Allah sudah menetapkan sebagian orang masuk Surga dan sebagian orang masuk Neraka, serta menetapkan dosa” Ajaran Calvinist ini sebenarnya merupakan konsep filsafat Yunani mengenai FATUM atau takdir yang disusupkan dalam ajaran Kristen. Allah tidak pernah menetapkan orang masuk Neraka (2 Petrus 3: 9) dan tidak pernah menetapkan dosa karena Allah yang kudus tidak akan mencemarkan diriNya dengan kejahatan (Yeremia 19: 5).
Sebenarnya bukanlah hal yang sulit untuk membuktikan ketidakalkitabiahan pengajaran yang berisi filsafat yang kosong dan palsu, namun karena campur tangan Iblis dan banyaknya orang yang tidak mengasihi kebenaran, maka hal ini menjadi sangat rumit. Mereka yang sudah terkunkung dan yang sudah termanipulasi oleh pengajar-pengajar palsu dengan segala macam tipu-daya yang menyesatkan sangat sulit diajak berpikir sehat dan sangat sulit mencerna ajaran yang Alkitabiah.