Kekuatiran merupakan masalah yang seringkali dihadapi manusia dalam menjalani hidup. Masa lalu biasanya menjadi bayangan masa depan yang menakutkan, manusia hidup dalam ketakutan dan kecurigaan menjalani kehidupan. Semakin jauh manusia mengandalkan akalnya memandang hidup, maka semakin takut manusia menghadapi masa depan. Resesi ekonomi, peperangan, perselisihan, perseteruan, penipuan, kepicikan, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, pemerkosaan, perampokan, pembunuhan dan kebencian yang melanda kehidupan di muka bumi menjadi alasan yang kuat bagi akal manusia untuk mengkuatirkan masa depan.
Semua kebaikan manusia adalah kebaikan yang semu, oleh sebab itulah Alkitab mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang berbuat baik (Roma 3: 12). Segala nasehat dan hikmat manusia adalah sesuatu yang sia-sia sebagaimana yang disampaikan orang paling berhikmat di muka bumi ini, Salomo (Pengkotbah 4: 7). Pengharapan manusia terhadap dunia ini adalah pengharapan yang semu, yang akan usang termakan waktu. Kepercayaan manusia pada sesama dibangun di atas kekuatiran akan penghianatan, lalu apakah yang baik bagi manusia di muka bumi ini? Banyak orang menjadi gila, depresi, dan bahkan bunuh diri karena tidak menemukan jawaban atau mendapat kelegaan di muka bumi ini.
Apakah Ada Yang Baik Bagi Manusia di Muka Bumi?
Kita semua berjalan menatap masa depan, mengharapkan masa depan yang penuh harapan. Masa depan membuat kita hidup penuh harapan, namun bayangan masa lalu selalu menjadi bayangan yang menakutkan untuk masa depan. Cerita-cerita mengenai keberhasilan orang-orang yang mampu melewati masa lalu yang suram mengubahnya menjadi masa depan yang cerah adalah kisah-kisah yang menarik dan memotivasi hati kita, namun realita kehidupan seringkali memperlihatkan kepada kita bahwa semua kisah-kisah tersebut hanya hayalan dan impian belaka yang dapat diwujudkan dalam hidup kita.
Ketika kecil saya sering melafalkan doa bapa kami, kalimat yang sangat menarik dari doa ini ialah “jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Surga,” kalimat ini secara implist menyatakan harapan terhadap masa depan di bumi. Bumi sudah menjadi tempat yang menakutkan dan menjadi tempat yang tidak ada pengharapan, sejak manusia jatuh dalam dosa. Harapan untuk mengubah bumi seperti Surga adalah harapan yang sangat mulia dan itulah yang diharapkan Tuhan dalam hidup manusia, namun baik manusia, bumi dan setan tidak menghendaki hal ini terwujud. Maka Alkitab sendiri telah menjanjikan bahwa bumi ini akan dibinasakan (2 Petrus 3: 10) dan diganti dengan bumi yang baru (Wahyu 21: 1-27).
Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, manusia yang hidup di bumi, hidup dalam kutukan (Kejadian 3: 14-19), tidak ada yang dapat dipertahankan abadi di bumi ini, semua usaha manusia di bumi ini adalah kesia-sia belaka. Dibalik kutukan akibat dosa Allah masih memberikan pengharapan kepada manusia, bila manusia setia memegang janji Tuhan dan melakukan dalam hidupnya maka ada harapan untuk sebuah kehidupan yang mulia di Surga (1 Timotius 2: 15, Yohanes 11: 25; 14: 1-3). Itu tak ada yang baik di bumi, namun ada harapan yang baik untuk manusia di bumi yang sungguh-sungguh taat dan melakukan kehendak Tuhan di bumi (Matius 5: 3-12).
Hanya Yesus Yang Baik
Tidak ada kebaikan yang dapat kita peroleh dari dunia yang sudah berada di bawah kutukan, dan tidak ada seorangpun di dunia yang dapat memberikan kebaikan kepada sesamanya, serta yang sanggup mewujudkan kehendak Tuhan di bumi seperti di Surga ,selain daripada Dia yang telah turun dari Surga yakni Yesus Kristus ( Yohanes 3: 12-13). Yesus Kristus telah turun dari Surga, Allah yang menjadi manusia untuk memberikan harapan yang baik bagi masa depan manusia atau masa depan yang penuh harapan (Matius 1: 21-23).
Hanya Yesus yang sanggup mengubah kegelapan masa lalu menjadi terang masa depan, sebab hanya Yesus Kristuslah yang baik (Lukas 1: 78-79), Yesus Kristus telah turun dari Surga, Ia tahu kehidupan di Surga dan Ia ingin kita hidup sebagai anak-anak Surgawi (Kolose 3:1-2, Filipi 3: 20), Ia ingin kita turut menjadi bagian dari orang-orang yang mewujudkan kehendak Bapa di Surga di bumi ini. Yesus Kristus telah mengalahkan kutukan dunia, Yesus Kristus telah turun ke dalam dunia orang mati, Ia mengetahui kematian dan Ia pun telah bangkit dari kematian untuk mengalahkan kutukan maut di dalam dunia, dan Ia pun ingin kita mengalahkan maut bersama-sama dengan Dia yakni tinggal di dalamNya (1 Korintus 15: 53-57), barangsiapa yang tinggal di dalam Yesus Kristus memiliki hari depan yang penuh harapan yakni kekekalan di dalam Surga yang penuh dengan sukacita dan kemulian abadi (Yohanes 11: 25).
Saudaraku, jangan palingkan hatimu dari Yesus Kristus, Karena Yesus Kristuslah yang baik, yang sanggup memberikan masa depan yang penuh harapan bagi hidupmu. Bila engkau ingin hidup di dalam Yesus Kristus, datanglah dengan penyesalan atas dosa-dosa yang sudah engkau perbuat, bergumullah kepadaNya, dan mintalah pengampunan dengan segenap hatimu kepada Yesus Kristus, katakan kepadaNya bahwa aku adalah orang berdosa, yang telah turut membuatkan engkau menderita di atas kayu salib, ampuni aku dan aku mau menjadikan engkau sebagai Tuhan dan juruselamat hidupku, aku mau menyerahkan hidupku bagiMu, Aku mau hidup bagi engkau Yesus Kristus, karena hanya Engkaulah yang sanggup membereskan dosa-dosaku dan memperdamaikan, dan menguduskan aku di dalam kebenaran (1 Korintus 1: 30, Ibrani 10: 14, Yohanes 17: 17, Roma 10: 9-10). Puji Tuhan! Dengan jalan demikianlah kita mendapat kebaikan dan mendapat hari depan yang penuh harapan, segala kutuk dosa telah kita kalahkan bersama dengan Yesus Kristus ( 1 Petrus 2: 18-25).
Kepada Tuhan Hatiku Percaya
Hati kita menjadi sumber kehidupan, rawatlah hati kita supaya kita memiliki kelimpahan hidup, kelimpahan hidup yang sanggup menyatakan kehendak Allah di bumi ini (Amsal 23: 23, Yohanes 17: 20-23). Jangan lagi hidup mengandalkan manusia, janganlah bersandar pada manusia dan percaya pada manusia (Yeremia 17: 5-6), tinggallah di dalam Kristus supaya kita menghasil hidup yang berkelimpahan di dalam Kristus dan firmanNya (Yohanes 15: 1-7; Galatia 5: 22-23).
Serahkanlah seluruh kehidupan kepada Yesus Kristus dan hadapilah setiap persoalan, ketakutan, kekuatiran dan harapan masa depan ke dalam tangan Tuhan, sebab orang-orang yang di dalam Tuhan akan diberikan kekuatan untuk mengalahkan semua persoalan-persoalan dunia yang mencekam dan menakutkan ( Mazmur 37: 5-6, 1 Korintus 10: 13). Katakan pada Tuhan Yesus Kristus, kepada Tuhan hatiku percaya yakni Yesus Kristus, aku datang membawa persoalanku, tak ada manusia yang dapat menyelesaikannya, tak ada manusia yang dapat dipercaya untuk mengatasi segala persoalanku, hanya Engkau Tuhan hatiku percaya, aku percaya Engkau sanggup menyelesaikan persoalanku dan memberikan kekuatan yang kepada hambamu ini, Amin ( Yesaya 40: 31, Mazmur 126: 5-6, Yakobus 5: 15-18). Katakan kepada hidupmu, kepada Tuhan Hatiku percaya dan jalani hidup dengan kepercayaan penuh pada Tuhan (Mazmur 37: 5-6).
Orang-orang yang sanggup hidup dan sanggup berkata kepada Tuhan, kepada Tuhan hatiku percaya maka orang-orang yang demikian bukanlah orang-orang yang hidup dalam ketakutkan, kekuatiran sebaliknya orang-orang yang hidup dengan penuh sukacita untuk masa depan yang penuh harapan, semua baik di dalam Tuhan, semua indah di dalam Tuhan, semua mulia di dalam Tuhan, mari kita pikirkan kemulian Tuhan senantiasa dalam hidup kita (Filipi 4: 4-9, Kolose 3: 1-3). AMIN!