Alkitab mengatakan, bahwa karena makin tambahnya kedurhakaan, kasih kebanyakan orang akan mejadi dingin . Rasul Paulus menyebutnya orang-orang durhaka tersebut dengan sebut manusia akhir zaman (2 Timotius 3: 1-9). Mereka menjanjikan jalan keselamatan kepada orang lain, namun kehidupan mereka jauh lebih buruk dari orang-orang yang tidak mengenal kebenaran, Rasul Petrus mengumpamakan orang-orang demikian dengan umpama, “Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya (2 Petrus 2: 20-22) atau Amsal menyebutnya dengan sebutan orang bebal (Amsal 26: 11).

 
Akhir-akhir ini, kita dapat menyaksikan begitu banyaknya orang-orang yang pandai berteologia, giat berdebat dan dengan garangnya menyerang lawannya dengan kata-kata yang tidak terpuji dengan dalil membela kebenaran Tuhan, benarkah Tuhan perlu dibela? Atau sebaliknya Tuhan yang membela kita? Alkitab memberitahukan, bahwa orang-orang yang sungguh-sungguh di dalam Kristus akan dikudus oleh Yesus Kristus dan kebenaranNya (Yohanes 17:17-19). Jadi murid-murid Yesus yang sejati tidak akan berlaku dengan kelakuan yang demikian di dalam memberitakan Injil, bahkan di dalam pemberitaan Injil, murid-murid Yesus yang sejati tidak pernah membela diri mereka, sebaliknya mereka terus bersaksi mengenai kebenaran walaupun mereka dihina, dianiya mereka menjawab dengan lemah-lembut dan bertindak dengan penuh kasih kepada orang-orang yang memusuhi mereka (1 Korintus 4: 11-13, 2 Korintus 4: 5-6).

 
KEBENARAN DIBERITAKAN MELALUI TELADAN HIDUP

 
Terang tidak dapat bersatu dengan gelap, itulah gambaran orang-orang yang hidup dalam kebenaran. Ketika kita berkata benar, bertindak benar dan hidup benar maka dunia dan sekitarnya akan memusuhi kita, karena tindakan yang demikian menjadikan kita musuh dunia, melepaskan diri dari persahabatan dunia (Yohanes 15: 18-25, 1 Yohanes 2: 15-17, Yakobus 4:4). Murid-murid Yesus Kristus telah menjadi musuh dunia karena sikap mereka yang menjunjung tinggi kebenaran. Namun walaupun dunia memusuhi mereka, dunia sangat mengagumi sikap dan tingkah laku mereka, itulah yang dialami murid-murid Yesus Kristus di awal pemberitaan Injil dan yang diteruskan oleh orang-orang Ana-baptis, walaupun mereka sangat dimusuhi karena sikap mereka dalam menentang ketidakbenaran dalam ajaran Kristen namun kalangan Katolik dan Protestan sangat mengagumi sikap dan kelakukan orang-orang ana-baptis.

 
Tuhan Yesus memperingatkan kepada murid-muridNya, bahwa bila hidup keagamaan mereka tidak lebih benar dari ahli-ahli taurat, mereka tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Surga (Matius 5: 20). Cara hidup benar memberikan dampak pemberitaan kebenaran jauh lebih efektif daripada kata-kata (Matius 5: 20, Kisah Para Rasul 2: 44-47, 1 Petrus 3: 1-2), orang dapat saja mempercayai perkataan kebenaran namun bila yang memperkatakan kebenaran hidupnya jauh dari kebenaran maka itu akan menjadi penghalangan utama seseorang masuk dalam kerajaan Surga (Matius 23: 1-36).

 
Kristus ingin kita sempurna sama seperti Dia sempurna (Yohanes 17: 23, Filipi 3: 15-16), walaupun kesempurnaan penuh barulah kita peroleh saat hari kedatangannya kembali (1 Tesalonika 5: 23). Namun membangun kehidupan yang kudus, yang benar merupakan suatu keharusan bagi murid-murid Yesus (Filipi 3: 1-16, Kolose 3: 5-17), kuduslah kamu sebab Allah kudus ( 1 Petrus 1: 16). Saudaraku, kita semua yang sudah menjadi murid-murid Yesus Kristus memiliki kewajiban menjadi orang-orang yang hidup menurut pimpinan Roh kudus bukan lagi menurut kedagingan (Galatia 5: 19-23), karena dengan demikianlah iman kita tidak seperti gong yang berkumandang dan canang gemerincing (1 Korintus 13: 1-2), sebaliknya menjadi orang-orang yang memiliki iman yang mengalahkan dunia (1 Yohanes 5: 1-4).
KEHIDUPAN YANG BERKELIMPAHAN

 
Kegiatan-kegiatan kerohanian giat dilakukan dalam kelompok Kristen, apapun denominasinya dengan satu prinsip melayani Tuhan, hampir semua gereja menyuarakan kepada jemaatnya untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan. Hal ini adalah hal yang baik dilakukan dan membuktikan tanggungjawab seseorang dalam mengikuti prinsip iman yang diberlakukan dalam organisasinya, namun satu hal yang Alkitab tidak ingin kita lakukan ialah giat untuk Tuhan tanpa pengertian yang benar, sehingga berakibat pada pendirian kebenaran sendiri (Roma 10: 1-3).
Aktivitas pelayanan yang tidak bersumber pada Alkitab mengakibatkan timbulnya penyimpangan-penyimpangan iman yang sejati, hamba-hamba Tuhan berani memanipulasi kebenaran untuk kepentingan pribadi dan keluarga dengan cara pengultusan diri (Yeremia 14: 14-16), mereka merampok, menipu dan hidup dalam hawa nafsu duniawi ( Yohanes 10: 10, 2 Timotius 3: 5-9, 2 Petrus 2: 14-16), hal ini disebabkan oleh karena mereka tidak bertumbuh dan hidup berkelimpahan dalam kebenaran. Namun Tuhan Yesus setia dan sangat baik, tetap tersedia pengampunan bagi barangsiapa yang sudah melawannya, yang mau bertobat dengan sepenuh hatinya ( 1 Yohanes 1: 6-10), Tuhan ingin kerendahan hati dan ketaatan bukan persembahan dan ibadah tanpa kesetiaan (Yeremia 7: 21-28, 1 Samuel 15: 22, Matius 15: 8-9, Kolose 2: 20-23).
Orang-orang yang hidup di dalam Kristus dan firman Kristus hidup di dalam diriNya adalah orang yang memiliki kelimpahan hidup ( Yohanes 10: 1-18; 15: 1-8), ketika dunia hilang sukacita maka kita harus menunjukkan sukacita kepada dunia, ketika dunia sulit mengucap syukur maka kita senantiasa hidup dalam ucap syukur, ketika dunia hidup dalam kekuatiran maka kita menunjukkan bahwa tidak ada kekuatiran di dalam Tuhan. Hidup orang Kristen yang tinggal di dalam Kristus dan firman Kristus tinggal di dalamNya adalah hidup yang menghasilkan buah Roh, ada kasih, ada sukacita, ada damai sejahtera, ada kesabaran, ada kemurahan, ada kebaikan, ada kesetiaan, ada kelemahlembutan, ada penguasaan diri itulah kelimpahan hidup yang dapat berkelimpahan di dalam hidup orang di dalam Kristus.
Saudaraku, bila saat ini Anda sebagai orang Kristen dan masih hidup dalam daging; percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan hal-hal duniawi masih menaugi hidupmu, maka ketahuilah bahwa orang Kristen yang hidup demikian adalah orang Kristen duniawi, yang belum memiliki Kristus, Roh Kudus belum termeterai dalam kehidupan saudara. Anda membutuh Kristus untuk pemulihan menjadi orang-orang yang hidup berkelimpahan, Kristus senantiasa menawarkan kelimpahan itu, Kristus ingin Anda memiliki kelimpahan itu, datanglah kepada Kristus, akuilah keberadaanmu dan katakanlah bahwa aku orang berosa, layak dihukum, aku tidak pantas dikasihani, oh Yesus janjiMu begitu mulia, Engkau mau memulihkan aku, Engkau hanya ingin aku mengakui Engkau bahwa Engkau telah menebus dosa-dosaku, Engkau tersalib mencurahkan darahMu demi memberikan kekudusan kepadaku, aku mau mengakui bahwa Engkau telah mati untuk dosa-dosaku, dan Engkau telah bangkit untuk memberikan hidup kekal bagiku (Roma 10:8-10), aku mau menyerahkan hidupku bagiMu (1 Korintus 6: 11), baik hidup dan matiku untukku kemuliaanMu, sepenuhnya aku milikMu, lakukanlah apapun yang Engkau kehendaki atas diriku (Filipi 1: 20-23). Dengan demikianlah Anda mendapat kelimpahan di dalam Kristus (Efesus 1: 12-14).

 
MARI MEMBANGUN KOMUNITAS ORANG-ORANG YANG HIDUP BERKELIMPAHAN DI KOTA KUPANG

 
Saudaraku, faktor utama yang dapat memelihara dan menjaga kelimpahan hidup ialah membangun komunitas orang-orang yang hidup berkelimpahan, hanya dalam komunitas yang demikianlah kelimpahan hidup kita terpelihara sampai kedatangan Tuhan Yesus Kristus di dunia (Ibrani 10: 24-25). Sesudah saya menyerahkan hidup untuk Kristus, dan dating ke tanah flobamora, saya memiliki kerinduan untuk membangun komunitas orang-orang yang hidup berkelimpahan dalam kebenaran. Saya ingin melihat dan berada dalam komunitas orang-orang yang mengasihi Kristus bukan saja dengan perkataan namun dengan perbuatan, itulah sebabnya salah satu pergumulan hidupku ialah membangun komunitas orang-orang berkelimpahan dalam Kristus atau membangun jemaat local yang Alkitabiah di kota Kupang.
Sebelum saya mengajak orang lain memiliki hidup kelimpahan, saya terlebih dahulu memiliki hidup kelimpahan dan saya sudah memiliki kelimpahan hidup tersebut. Sebelum saya membangun komunitas orang-orang yang hidup berkelimpahan, saya terus memelihara dan menjaga kelimpahan hidup secara pribadi dan kini saya sangat merindukan supaya Tuhan mempertemukan dengan saudara-saudara yang memiliki kelimpahan di dalam Kristus di Kota Kupang, jadi bagi saudara yang sungguh-sungguh ingin memiliki hidup berkelimpahan dalam Kristus di Kota Kupang dapat bersekutu bersama saya membangun komunitas orang-orang yang hidup berkelimpahan di dalam kebenaran, marilah saudara kita bersama-sama bersaksi mengenai kelimpahan di dalam Kristus dan di dalam kebenaran kepada dunia, Tuhan mengharapkan hal itu dari saudara dan saya menantikan saudara untuk membangun komunitas orang-orang hidup berkelimpahan. Amin!