Dr. Suhento Liauw dalam program radio Through the Bible mengatakan bahwa, “ketika seseorang memiliki sikap hati yang miskin di hadapan Allah, orang yang demikianlah yang dapat merendahkan hatinya di hadapan Allah.” Perbedaan orang kaya dan orang miskin ialah orang kaya hidup dengan mengandalkan kekayaanNya, sebaliknya orang miskin hidup dengan mengandalkan belas-kasihan. Apabila seseorang tidak memiliki sikap hati yang mengandalkan belas-kasihan Tuhan di dalam hidupnya, maka sangat sulit baginya untuk mengakui kekuatan Tuhan dalam hidupnya.
Yesaya 61: 1 mendeskripsikan bahwa Kristus datang kepada orang-orang yang tertindas, orang-orang yang hidupnya senantiasa mengharapkan belas-kasihan pembebasan, itulah sebabnya Mazmur 34: 7 menyatakan, bahwa Tuhan mendengarkan seruan orang-orang yang tertindas. Sikap hati miskin di hadapan Allah ialah sikap hati yang muncul dari kesadaraan akan kemahakuasaan Allah dan ketidakberdayaan diri untuk menghadapi kehidupan sekarang dan yang akan datang tanpa pertolongan Tuhan.
Mereka Yang Miskin Mengandalkan Belas Kasih Tuhan
Mereka yang memiliki sikap hati miskin di hadapan Allah akan selalu mengandalkan belas kasihan, mereka meyadari bahwa dosa-dosa yang telah diperbuat telah membelenggu kehidupannya sehingga hidup dalam perhambaan. Kesadaran bahwa segala usaha untuk menyelesaikan belenggu dosa-dosa dengan kekuatan sendiri adalah sia-sia, akan membawa orang yang demikian untuk datang kepada Tuhan dengan memohon belas-kasihan pengampunan. Dari hati yang mengharapkan belas kasih Tuhan inilah akan terpancar sikap yang selalu menjunjung tinggi Tuhan dalam hidup dan senantiasa mengandalkan Tuhan dalam seluruh hidupnya. Dan itulah yang dialami dan dilakukan Daud dalam hidupnya.
Hidup orang yang miskin di hadapan Allah senantiasa diperhadapkan dengan pergumulan akan kehidupan daging, ketidakberdayaan mengatasi kedagingan akan mendorong keinginan untuk tunduk sepenuhnya pada kedaulatan Allah, menjadi seseorang yang hidup berdoa dan hidup bergaul dengan Allah. Melakukan firman Tuhan dan menjadi orang-orang yang hidup tunduk pada kedaulatan Allah adalah suatu pergumulan yang tiada putus-putus dalam kehidupan orang-orang yang telah lahir baru, mengubah diri sendiri dari seorang yang tidak sabar menjadi sabar membutuhkan pertolongan Roh Kudus, orang yang hidupnya diliputi kekuatiran membutuhkan pertolongan Roh Kudus untuk berubah menjadi orang yang hidup dalam damai sejahtera, orang yang diliputi perasaan kepahitan membutuhkan Roh Kudus supaya dapat berubah menjadi seseorang yang hidup dalam kasih dan sukacita. Saudaraku, kita semua memiliki pergumulan terhadap sifat-sifat kedagingan yang mengekang hidup, hanya Roh Kudus yang sanggup menolong kita untuk berubah. Roh Kudus akan menolong kita bilamana kita tunduk sepenuhnya pada kedaulatanNya (Efesus 4: 17-32), maukah Anda dipimpin Roh Kudus? Sebab hanya Roh Kuduslah kunci kelimpahan hidup kita!
Mereka Yang Miskin Di Hadapan Allah Adalah Orang Bijaksana
Orang yang miskin di hadapan Allah menjalani hidup dengan mengandalkan belas kasih Tuhan, sehingga mereka tidak akan membuat keputusan dengan mengandalkan pengertian sendiri, sepenuhnya mereka mengandalkan hikmat Tuhan. Tidak ada hikmat yang menyamai hikmat Tuhan di muka bumi ini, sehingga orang-orang yang hidup dengan mengandalkan belas-kasih Tuhan akan menjadikan dirinya bijaksana oleh karena hikmat Tuhan. Saudaraku, Alkitab sudah memberitahukan bahwa berbahagialah orang yang merenungkan firman siang dan malam dan melakukan dalam hidupnya, ia akan berhasil dan beruntung, ia seperti pohon yang di tanam di tepi aliran air yang menghasilkan buah tepat pada waktunya (Yosua 1:7-9, Mazmur 1:1-3).
Bila Anda membutuhkan seorang konselor maka firman Tuhan dan doa adalah konselor terbaik di muka bumi ini, firman Tuhan dan doa sanggup mengubah apa yang mustahil menjadi sesuatu yang tidak mustahil, mengubah apa yang sulit berubah menjadi dapat berubah. Saudaraku, hikmat dan kebijaksanaan tertinggi di muka bumi ini terdapat dalam firman Allah dan doa, orang-orang yang memusatkan hidupnya pada firman Tuhan dan doa menjadi orang-orang paling bijaksana. Jangan kamu bodoh, karena kebodohan adalah jalan yang ditempuh orang yang tidak mengerti kehendak Tuhan (Efesus 5: 17). Mempelajari firman Allah dengan segenap hati akan memberikan banyak pengertian yang dapat menuntu kehidupan kepada kekekalan Surgawi, menyanggupkan kita membedakan keinginan Tuhan yang harus dilakukan dan keinginan Tuhan tidak boleh dilakukan (Yohanes 8: 31-32, Roma 12: 1-2). Sikap hati miskin di hadapan Allah adalah salah satu kunci kemenangan orang-orang lahir baru di muka bumi ini, jangan remehkan sikap hati ini!