I. Ajaran Calvinist yang mengajarkan bahwa Allah yang menetapkan dosa adalah ajaran sesat, karena Allah tidak pernah menetapkan dosa bahkan dosa tidak pernah timbul dalam hati Allah seperti bunyi firman Tuhan ini;

“Mereka telah mendirikan bukit-bukit pengorbanan bagi Baal untuk membakar anak-anak mereka sebagai korban bakaran kepada Baal, SUATU HAL YANG TIDAK PERNAH KU PERINTAHKAN ATAU KU KATAKAN DAN YANG TIDAK PERNAH TIMBUL DALAM HATI-KU,” Yeremia 19: 5

A. Apakah dosa? Dosa adalah pelanggaran hokum Allah;
“Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hokum Allah, sebab dosa adalah pelanggaran hokum Allah.” 1 Yohanes 3: 4

B. Darimanakah asalnya dosa? Dari keinginan Malaikat dan manusia untuk melawan Allah;
Apabila seseorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini dating dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapappu. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, IA MELAHIRKAN DOSA; apabila dosa itu sudah matang ia melahirkan maut. Yakobus 1:13-15
C. Jadi berhati-hatilah dengan ajaran Calvinist karena hanya memikat manusia dengan ajaran manusia, yang bersifat filsafat yang menyesatkan iman mengenai tertib hidup keselamatan. Sebab Allah tidak pernah menetapkan dosa, dosa lahir dari keinginan melawan Allah.

II. Ajaran Calvinist yang mengajarkan bahwa dari minus kekekalan Allah sudah menetapkan sebagian manusia masuk Surga dan sebagian manusia masuk Neraka adalah ajaran sesat, karena sebelum dunia diciptakan tidak ada apa-apa. Allah menciptakan alam semesta dari perkataanNya, dari yang tidak ada menjadi ada, “Creatio ex Nihilo.” Pernyataan Alkitab mengenai kata sebelum dunia diciptakan, sangat berhubungan dengan kekekalan Allah bukan sudah ada ciptaan lain sebelum penciptaan;

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” Kejadian 1:1

A. Apakah Allah menciptakan kejahatan? Tidak, sebab segala sesuatu yang diciptakan Allah baik;

“Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, SUNGGUH AMAT BAIK. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam,” Kejadian 1: 31

B. Darimanakah datangnya kejahatan? Dari keinginan Manusia dan Malaikat melawan hukum Allah;

Apabila seseorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini dating dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapappu. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, IA MELAHIRKAN DOSA; apabila dosa itu sudah matang ia melahirkan maut. Yakobus 1:13-15
C. Apakah hukuman bagi orang melawan Allah? Hari-hari malapetaka, disembunyikan kebenaran, kebinasaan dan maut kekal!

“Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.” Amsal 16: 4

“…Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.” Matius 13: 14-15

“Akan tetapi mereka yang menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka. Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.” Yudas 10-11

“Sebab upah dosa ialah maut;….” Roma 6: 23

D. Apakah Allah menentukan orang untuk binasa? Tidak, Allah tidak pernah menentukan dari minus kekekalan orang untuk binasa, karena Allah menghendaki manusia diselamatkan dan tidak menginginkan kematian orang fasik;
“Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” 1 Timotius 2:3-4

“…,tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. “2 Petrus 3: 9

“Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup.” Yehezkiel 18: 32

E. Lalu Bila Allah menghendaki semua manusia selamat, apakah semua manusia selamat? Tidak, sebab manusia diciptakan dengan tanggungjawab untuk memilih melakukan kehendak Allah atau melawan kehendak Allah. Yang memilih untuk melawan kehendak Allah mendapat kebinasaan, sedangkan yang memilih untuk mengikuti kehendak Allah mendapat hidup kekal. Jadi tidak semua selamat, yang selamat ialah yang memilih melakukan kehendak Allah;
“Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” Yohanes 3: 36
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3: 16
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan pada Allah dan yang sempurna.” Roma 12:2
Bersambung…
Peringatan!
Berhati-hatilah dengan orang-orang Kalvinist yang berusaha memperumit kebenaran Allah dengan mengunakan teori-teori yang disebut ilmu logika, memahami kebenaran harus dengan akal/logika namun kebenaran tidak tunduk pada ilmu logika. Ilmu logika dapat disalahgunakan hanya untuk memenangkan argumentasi untuk pemebenaran bukan mengali kebenaran, hal inilah yang sering saya amati terjadi pada kalangan Kalvinist yang berusaha menipu sesame dengan menyimpang kebenaran obyektif kepada kebenaran subyektif.
“Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacaukan banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untuk yang memalukan. “ Titus 1: 11
“Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.” Titus 3: 10