Tema ini yang dipersoalkan Esra Soru sewaktu seminar di Hotel Cendana Kupang, yang kemudian menantang Saya untuk berdebat. Dalam pahaman kalangan Calvinist, seseorang yang belum lahir baru tidak memiliki iman dan seseorang tidak tahu kapan ia lahir baru, jadi dapat disimpulkan bahwa orang-orang Calvinist seperti Esra Soru Cs tidak tahu apakah mereka sudah lahir baru atau belum. Konsep theologia seperti sangat menyesatkan, karena akan membuat orang-orang hidup tanpa tanggungjawab iman.
I. Pengunaan kata iman dalam Alkitab dari akar kata Pistew (orang pertama tunggal, present aktif indikatif) ialah tindakan dalam bentuk aksi nyata oleh pelaku, berikut ini ayat-ayat Alkitab yang mengunakan kata Pistew;
“Kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan PERCAYALAH kepada Injil!” Markus 1: 15
“Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada mereka dan memberitahu kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak PERCAYA” Markus 16: 13
“Lalu ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak PERCAYA segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!” Lukas 24: 25
II. Pengunaan kata iman dalam Alkitab dari akar kata Pistos (kata sifat)
“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan SETIA,….” Matius 25: 23
“Apa yang telah engkau dengar daripadaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat DIPERCAYAI,…” 2 Timotius 2: 2
“Dan semua orang PERCAYA dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,” Kisah Para Rasul 10: 45
III. Pengunaan kata iman dalam Alkitab dari akar kata Pistis (kata benda)

“sebab hidup kami ini adalah hidup karena PERCAYA, bukan karena melihat.” 2 Korintus 5: 7
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Ibrani 11: 1
“…segala sesuatu yang tidak berdasarkan IMAN, adalah dosa.” Roma 14: 23
“Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem main bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan PERCAYA.” Kisah Para Rasul 6: 7

IV. Kesimpulan mengenai iman

Iman merupakan suatu aktivitas, sesuatu yang dikerjakan. Iman sejati bukanlah suatu kepercayaan yang statis dalam Yesus and pekerjaan Penebusan-Nya, melainkan suatu penyerahan yang penuh kasih dan menyangkal diri, yang senantiasa membawa seseorang dekat kepadaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat! Iman merupakan pendirian dari keyakinan atas sesuatu. Di dalam Alkitab biasanya menyatakan hubungan tanggungjawab manusia pada Allah atas segala sesuatu yang ilahi

Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Kejadian 15: 6

Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu. Kisah Para Rasul 16: 30-31

Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dan Anak Allah yang telah mengahisi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. Galatia 2: 20

ESRA SORU MENGAJARKAN BAHWA IMAN DIKARUNIAKAN DALAM PENGERTIAN ALLAH YANG MENENTUKAN KEPADA SIAPA IA MAU MENGARUNIAKAN IMAN. ORANG-ORANG YANG DIKARUNIAKAN IMAN ADALAH ORANG-ORANG YANG DITENTUKAN ALLAH SEBELUM DUNIA DICIPTAKAN UNTUK SELAMAT. INI AJARAN SESAT, KARENA ALKITAB MENGAJARKAN BAHWA KASIH KARUNIA ALLAH DITAWARKAN KEPADA SEMUA MANUSIA. YANG MENERIMA TAWARAN OLEH IMAN DISELAMATKAN, SEDANGKAN YANG MENOLAK TAWARAN MENDAPAT KEBINASAAN (YOHANES 3: 16, 36, EFESUS 2: 8-9)
ESRA SORU MEMBANGUN PENGERTIAN IMAN DALAM AJARANNYA HANYA BERDASARKAN SATU AYAT YAKNI DARI FILIPI 1: 29, TANPA MEMPERHATIKAN KESELURUHAN ALKITAB MENGENAI DEFINISI IMAN. DAN CARA ESRA MENAFSIR FILIPI 1: 29 SANGAT DIPAKSAKAN UNTUK MENDUKUNG ARGUMENTASINYA MENGENAI IMAN DIKARUNIAKAN, PADA HAL FILIPI 1: 29 TIDAK MENGUPAS ATAU MEMBICARAKAN DEFINISI IMAN, MELAINKAN AYAT INI MERUPAKAN NASEHAT TERHADAP ORANG PERCAYA UNTUK TETAP SETIA PADA KEBENARAN INJIL.
BILA FILIPI 1: 29 DIPAKSAKAN SEBAGAI DEFINISI IMAN MAKA AKAN MENGHASILKAN PENYIMPANGAN AJARAN TUHAN YESUS KRISTUS MENGENAI IMAN, KARENA IMAN MENYATAKAN HUBUNGAN TANGGUNGJAWAB MANUSIA TERHADAP ANUGGERAH ALLAH YAKNI MENERIMA ATAU MENOLAK. BUKTI BAHWA FILIPI 1: 29 TIDAK BERBICARA MENGENAI DEFINISI IMAN KRISTEN YAKNI
I. Ayat ini tidak berbicara mengenai definisi iman, definisi iman dibicarakan dalam Ibrani 11: 1

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

II. Bila ayat ini dipaksakan untuk dijadikan definisi iman, maka kesimpulan iman Kristen tidak cukup percaya Yesus saja melainkan juga harus ditambah dengan penderitaan/Asketiksme (penyiksaan diri), karena dalam kalimat Filipi 1: 29 bentuk kalimatnya adalah majemuk setara, yang menjadi pengubung antara klausa ialah kata penghubung melainkan juga yang berfungsi menyatakan pertentangan antara klausa pertama dan kedua. Jadi ayat ini menyatakan perbandingan antara iman dan penderitaan bukan berbicara mengenai definisi iman.

III. A. Apakah Iman?

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Ibrani 11: 1

B. Darimanakah Iman?

“Jadi, iman timbul dari pendengaran; dan pendengaran oleh firman Kristus. “ Roma 10: 17

C. Bagaimana memperoleh iman Kristus?

“Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman Iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan Percaya dalam hatimu, bahwa Allah yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Roma 10: 8-10
D. Siapakah yang mengubah hidup orang beriman?

“Di dalam Dia kamu juga-karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu-di dalam dia kamu juga, ketika percaya, dimeteraikan dengan Roh kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang mejadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.” Efesus 1: 13-14

IV. Jadi Iman merupakan suatu aktivitas, sesuatu yang dikerjakan. Iman sejati bukanlah suatu kepercayaan yang statis dalam Yesus and pekerjaan Penebusan-Nya, melainkan suatu penyerahan yang penuh kasih dan menyangkal diri, yang senantiasa membawa seseorang dekat kepadaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat! Dan walaupun proses kelahiran kembali tidak terlihat namun hal itu dapat diketahui (Yohanes 3: 8) yakni saat seseorang percaya dan memberi diri pada Yesus Kristus.

UNTUK ESRA SORU CUKUP DENGAN YOHANES 1:11-13 SAJA SELURUH DOKTRIN CALVINIST TERBUKTI MENYIMPANG, JADI SEGERALAH BERTOBAT DAN KEMBALI KEPADA AJARAN YANG SEHAT

Ia datang kepada milik KEPUNYAAN-NYA, tetapi ORANG-ORANG KEPUNYAANNYA TIDAK MENERIMAN-NYA. Tetapi SEMUA ORANG yang menerima-Nya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka YANG PERCAYA dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Yohanes 1: 11-13

CALVINIST MENYUSUP MASUK DALAM KEKRISTENAN UNTUK MERUSAK SELURUH FONDASI IMAN KRISTEN YANG SEJATI, OLEH SEBAB ITU KEMBALI KEPADA AJARAN SEHAT, ALKITABIAH!