images

 

Walaupun kisah kelahiran Kristus tidak dicatat oleh semua Injil sebagaimana kisah kematianNya, namun sejak kekristenan kafir menetapkan tanggal 25 sebagai hari lahir Kristus, perayaan kelahiran Kristus menjadi momen yang gemerlap dan penuh dengan pesta pora duniawi. Pesta peringatan mengenai kelahiran Kristus dilebih-lebihkan dengan menampilkan simbol-simbol kekafiran seperti; pohon Natal, Sinterklass, lilin natal dan segala kemegahan pesta duniawi, yang dapat mengalihkan pesan natal Kristus yang sesungguhnya.

 
Fakta bahwa Yesus tidak dilahirkan tanggal 25 desember merupakan fakta yang tidak terbantahkan oleh pengakuan beberapa ensyklopedia dan bukti Alkitab sendiri (Untuk tahu lebih jelas mengenai hal ini, silahkan baca Artikel terdahulu saya yang berjudul Natal 25 Desember Tradisi Gereja Bukan Ajaran Alkitab). Kristus tidak pernah memerintahkan kepada pengikutNya untuk merayakan hari lahirNya pada bulan dan tanggal tertentu dan Alkitab pun tidak pernah mencatat mengenai tanggal dan bulan kelahiran Kristus, sehingga bukanlah suatu masalah bila seseorang menyatakan ucapan syukur atas kelahiran Kristus pada tanggal dan bulan tertentu tanpa menskralkan momen tersebut.

 
Orang Kristen sejati tidak merayakan Natal Kristus dengan simbol-simbol kekafiran seperti pohon Natal, Sinterklass, Lilin Natal dan selebrasi kekafiran lainnya. Melainkan orang Kristen sejati mengucap syukur atas Natal Kristus ke dunia, melalui Natal Kristus dunia mendapatkan kelepasan dari dosa, mengucap syukur karena janji Allah mengenai juruselamat digenapi.
Dua Injil yang mencatat mengenai kisah kelahiran Yesus Kristus yakni Injil Matius dan Injil Lukas. Dari dua Injil ini Allah menyampaikan dua pesan kepada dunia, yakni melalui orang Majus di dalam Injil Matius dan para gembala di dalam Injil Lukas.Melalui para Majus Allah ingin manusia mengakui Yesus sebagai RAJA (emas bentuk persembahan kepada raja), IMAM (kemenyan bentuk pengangkatan Imam), PENEBUS (mur bentuk pembalseman mayat). Kristus Raja, Imam dan Penebus itulah pesan yang disampaikan Allah melalui para Majus kepada dunia. Sedangkan melalui para gembala Allah menyatakan kepada dunia, bahwa Yesus bukan juruselamat untuk kaum tertentu melainkan untuk seluruh bangsa (Lukas 2: 10).

 


Kristus Juruselamat dunia itulah pesan injil Lukas. Sedangkan Kristus Raja, Imam dan Penebus bagi yang mempersembahkan diri kepadaNya itulah pesan Natal dalam Injil Matius. Hanya orang yang mengakui Kristus sebagai juruselamat dan mempersembahkan diri untuk mengakui Yesus sebagai raja, imam dan penebus di dalam hidupnyalah yang berbahagia atas Natal Kristus. Orang yang demikian akan mewartakan Yesus Juruselamat, Raja, Imam dan Penebus kepada sesamanya saat mengucap syukur dalam momen Natal Kristus tanpa simbol dan selebrasi kekafiran.

 
Melalu catatan ini, saya mengajak semua orang Kristen di dunia untuk memanfaatkan tanggal 25 desember sebagai momen mengucap syukur atas Natal Kristus dan membagikan pesan Natal yakni; Yesus Juruselamat, Raja, Imam dan Penebus, kepada keluarga, sesama, serta mewartakanNya kepada dunia tanpa simbol dan selebrasi kekafiran.

Selamat Natal 2013
Ev. Dance S Suat, M.B.S.