imagesYohanes 6: 44-45 menyimpan misteri kerajaan Surga oleh sebab itulah sangat menarik untuk menyingkap misteri kerajaan Surga yang terkandung dalam bagian ini melalui penerangan Roh Kudus. Semua orang yang dapat datang kepada Tuhan Yesus Kristus adalah orang-orang yang ditarik oleh Allah Bapa, kita tahu bahwa Tuhan Yesus Kristus tidak pernah menolak seorang pun yang datang kepadaNya, yang menerimaNya sebagai juruselamat dan menyerahkan hidup bagiNya. Tuhan Yesus senantiasa memanggil orang-orang yang berbeban dengan dosa dan dengan pergumulan untuk datang kepadaNya agar memperoleh kelegaan (Matius 11: 28), dan dengan sabar menantikan setiap orang yang ingin datang kepadaNya ( 2 Petrus 3: 9).

 
Dalam Yohanes 6: 44 Tuhan Yesus Kristus menerangkan, bahwa setiap orang yang datang kepadaNya adalah orang-orang yang ditarik oleh Bapa yang mengutusNya. Tarikkan Bapa tidak dilakukan secara diskriminatif, sebab Allah kita adalah Allah yang adil, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran ( 1 Timotius 2: 4). Setiap orang diberikan kesempatan untuk mengalami tarik Bapa, namun tidak semua orang mengunakan kesempatan tersebut untuk mengalami tarikkan Bapa. Hanya orang-orang yang cinta kebenaranlah, yang mengunakan kesempatan mengalami tarikkan Bapa dalam hidupnya untuk dapat datang kepada Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat manusia.

 
Dalam Yohanes 6: 45 Tuhan Yesus sendiri melanjutkan penjelasanNya bagaimana Bapa menarik seseorang supaya dapat datang kepadaNya. Dalam bagian ini diterangkan bahwa Bapa menarik seseorang melalui mendengar dan menerima ajaranNya. Seseorang yang mendengar dan menerima ajaran dari Allah yang hidup dan benar akan mengalami tarik Bapa. Dalam Injil Matius 5: 6 dikatakan, bahwa berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan, seseorang yang dapat mengalami tarikkan Bapa adalah seseorang yang memiliki rasa lapar dan haus akan kebenaran di dalam hidupnya, rasa lapar dan haus akan kebenarannya akan dipuaskan Allah melalui memperdengarkan ajaran dari Allah yang benar dan hidup, sehingga ia dapat menerima ajaran dari Allah yang hidup dan benar sebagai sebuah kebenaran yang harus diamini di dalam hidupnya.

 

 

Dalam Markus 4: 1-20 menceritakan bahwa Tuhan Yesus membentangkan ajaranNya dengan sebuah perumpamaan kepada orang banyak, namun tidak semua orang diberi pengertian untuk memahami makna perumpamaan yang disampaikanNya. Tuhan Yesus hanya menyingkapkan makna perumpaan tersebut kepada pengikut-pengikutNya dan dua belas muridNya (Markus 4: 10), ini dilakukanNya bukan karena Tuhan Yesus bersikap diskriminatif melainkan tindakan ini merupakan sebuah kebijaksanaan untuk tidak membuang mutiara kepada babi (Matius 7: 6). Banyak orang yang mendengarkan ajaran Tuhan Yesus mengenai perumpamaan, namun tidak semua yang mendengarkan ajaranNya adalah orang-orang yang lapar dan haus akan kebenaran, hanya pengikut-pengikutnya dan dua belas muridNyalah yang memiliki rasa lapar dan haus akan kebenaran. Ini terlihat dari rasa ingin tahu mereka mengenai makna perumpamaan yang telah dibentangkan Tuhan Yesus, mereka rela menunggu dengan sabar untuk mendapatkan penjelasannya, rasa lapar dan haus mereka akan kebenaran dipuaskan Tuhan Yesus Kristus dengan menyingkapkan kepada mereka misteri kerajaan Surga. Tuhan kita bukanlah Tuhan yang diskriminatif, Tuhan kita adalah Tuhan yang ingin disembah dengan oleh manusia dengan kesadaran dan penuh tanggungjawab.

 
Lidia adalah salah satu dari sekian orang yang mengalami kepuasan rohani dari rasa lapar dan haus akan kebenaran, Lidia mengalami tarik Bapa dalam hidupnya. Dalam Kisah Para Rasul 16: 14-15 dikatakan, bahwa dari sekian banyak pendengar yang mendengarkan penjelasan Rasul Paulus dan Silas, “Tuhan membuka hatinya.” Sekali lagi Tuhan bukannya bertindak diskriminatif melainkan diantara yang mendengarkan penjelasan kebenaran dari Rasul Paulus dan Silas, Lidia adalah wanita yang beribadah kepada Allah diantara penyembah berhala, itu berarti Lidia adalah seorang wanita yang lapar dan haus akan kebenaran sehingga Tuhan memberikan kepuasan kepadanya dengan membuka hatinya untuk menginsafkannya akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yohanes 16: 8).

 
Lidia insaf akan dosa, kebenaran dan penghakiman sesudah hatinya terbuka mendengarkan penjelasan Rasul Paulus dan Silas mengenai kebenaran. Allah membuka hati Lidia untuk menginsafkannya akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Kedaulatan Allah) dan Lidia menyambutnya dengan insaf akan dosanya, kebenaran dan penghakiman (tanggungjawab manusia). Keinsafan Lidia akan dosannya, kebenaran dan penghakiman, Lidia menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamatnya dan menyerahkan hidupnya bagi Tuhan Yesus Kristus ditandai dengan penyerahan dirinya dibaptis sebagai upacara simbolik pengakuannya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamatnya yang mati untuk dosa-dosanya, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati untuk memberikan hidup kepadanya, tentunya Lidia dibaptis dengan baptisan selam karena hanya baptisan selamlah yang dapat mengambarkan dengan tepat atas kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus.

 
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah mengalami ditarik oleh Bapa? Jika Anda belum mengalami ditarik oleh Bapa, maka Anda harus memiliki rasa haus akan kebenaran dalam hidup. Sehingga Roh Kudus membukakan hati Anda saat mendengarkan kebenaran untuk menginsafkan akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Dan selanjutnya Anda dapat datang kepada Tuhan Yesus Kristus dengan insaf akan dosa Anda, menerimaNya sebagai juruselamat pribadi Anda, yang telah melunasi seluruh dosa Anda dengan jalan mati di kayu salib, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati untuk memberikan hidup bagi Anda. Selanjutnya Anda mau hidup bagiNya dengan jalan mengamini seluruh kebenaran dalam hidup Anda dengan hidup penuh tanggungjawab mengingat akan hari penghakiman.
Oleh: Ev. Dance S Suat

 

 

Catatan: Sebagai referensi tambahan dari artikel ini, Anda dapat membaca buku DR. Suhento Liauw, yang berjudul “MISTERI KERAJAAN SURGA” atau apabila Anda memiliki pertanyaan atau ingin pelayanan Rohani, kirimkan email ke dance1suyanto.suat@gmail.com atau sms ke 082124198797, Anda dilayani oleh Ev. Dance S Suat

 
Informasi untuk Anda yang berada di kota Kupang, Anda dapat mengikuti pelayanan Rohani dalam bentuk kelas Alkitab dan kebaktian di persekutuan di GBIA AGAPE, Kupang-NTT
Pelayanan GBIA AGAPE, Kupang-NTT
Sekolah Minggu Dewasa, Minggu jam 16 00-17 00 Wita
Kebaktian Minggu Sore, Minggu jam 17 00 -16 30 Wita
Di Hotel Cendana, Lantai 2
Jln Eltari I atau hubungi 0821 2419 8797