index.jpeg“Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” (Lukas 7: 50) ucapan ini diucapkan Tuhan Yesus Kristus kepada seorang perempuan berdosa, yang datang kepadaNya untuk menyesali dosa dan mengucap syukur padaNya. Dalam Injil Lukas 7: 37 diceritakan bahwa ketika perempuan berdosa mendengar Tuhan Yesus ada di rumah salah satu orang Farisi, ia mempersiapkan hatinya beserta minyak pualam untuk menyambut Tuhan Yesus. Dan sewaktu bertemu dengan Tuhan Yesus tak henti-hentinya wanita berdosa ini menetaskan air mata, dan dengan air matanya ia menyeka kaki Tuhan Yesus dan mencium serta meminyakinya dengan minyak wangi.

 

 
Perempuan berdosa tersebut tidak mengucapkan sepata-kata pun kepada Tuhan Yesus, air mata penyesalan yang terus membasahi kaki Tuhan Yesus, cium ucapan syukur di kaki Tuhan Yesus Kristus serta meminyaki kaki Tuhan Yesus, itulah yang dilakukan perempuan tersebut. Tuhan Yesus melihat dan merasakan apa yang dilakukan perempuan berdosa tersebut, Ia melihat dan merasakannya sampai ke dalam hati perempuan berdosa tersebut, perempuan berdosa tersebut telah sungguh-sungguh menyesali segala dosanya dan menyambut Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya serta menyerahkan hidupnya bagi juruselamatnya. Hal ini dilihat Tuhan Yesus sebagai sebagai Allah, sebab tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah.

 

 
Perempuan berdosa tersebut terbuang dan tersingkirkan dari antara kaum pilihan, bahkan keberadaannya diantara kaum pilihan dianggap sebagai aib. Dalam Injil Lukas 7: 39, bagi orang Farisi (Kaum Pilihan Allah) perempuan berdosa tersebut dianggap tidak layak dipilih untuk mendapatkan kasih karunia dari apapun yang telah dilakukan dengan imannya. Bagi orang Farisi perempuan berdosa tersebut bukanlah orang yang terpilih, yang layak mendapatkan kasih karunia, perempuan berdosa tersebut seharusnya disingkirkan Tuhan Yesus karena memang ia layak untuk disingkirkan, ia layak binasa karena ia bukan pilihan. Begitulah cara pandang orang Farisi, yang memandang dengan mata jasmani dan dengan hati duniawi.

 
Orang Farisi tersebut melihat perempuan berdosa tersebut dengan cara pandang manusia secara manusiawi, melihat apa yang kelihatan. Namun Tuhan Yesus melihat dengan cara pandang Allah, melihat imannya. Iman yang terbentuk dari pengetahuan, perasaan dan kehendak ; perempuan berdosa tersebut tahu bahwa tindakan yang dilakukannya adalah kejahatan di mata Allah, yang tidak dapat diampuni dengan cara apapun, hanya juruselamatlah yang dapat menyelamatkannya dari hukuman atas kejahatannya tersebut. Ia tahu bahwa Juruselamat itu adalah Tuhan Yesus , ia datang kepada Tuhan Yesus dengan memohon belas-kasih untuk diselamatkan dari hukuman dengan perasaan penyesalan yang sedalam-dalamnya atas kejahatan yang telah dilakukannya, serta kehendak yang bersedia menyerahkan dirinya bagi Tuhan Yesus. Iman yang seperti inilah, yang telah menyelamatkan perempuan berdosa tersebut, perempuan berdosa tersebut mendapat anuggerah pengampunan dari Tuhan Yesus. Atas anuggerah dari Tuhan Yesus Juruselamat, perempuan berdosa tersebut selamat.

 
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah mengalami, apa yang dialami perempuan berdosa tersebut pada saat datang kepada Tuhan Yesus yakni mendengar dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat yang hidup dengan iman Anda, dan mau menyerahkan diri bagi Kristus dengan ditandai dengan upacara baptisan selam, yang secara simbolik mengakui bahwa Yesus Kristus telah mati bagi dosa Anda, dikubur, dan bangkit memberikan hidup kekal bagi Anda? Jika belum, maka Anda perlu mendengar, menerima dan menyerahkan hidup bagi Kristus dengan iman, karena Imanmulah yang menyelamatkan Engkau. “IMANMU TELAH MENYELAMATKAN ENGKAU, PERGILAH DENGAN SELAMAT!” Lukas 7: 50. Amin, Maranata!
Oleh: Ev. Dance S Suat

 

 
Selain Artikela di atas untuk menambah pemahaman penulis referensikan untuk membaca buku DR Suhento Liauw, “DOKTRIN KESELAMATAN ALKITABIAH”. Bagi yang ingin berbagi beban doa dan pegumulan atau ingin dilayani secara rohani, silahkan hubungi Ev. Dance S Suat (hp: 0821 2419 8797) atau email ke dance1suyanto.suat@gmail.com. Dan bagi yang berada di kota Kupang, yang ingin menambah pengetahuan iman, silahkan mengikuti kelas sekolah minggu dewasa, yang diselenggarakan secara gratis oleh persekutuan GBIA AGAPE, Kupang-NTT.

 
Pelayanan GBIA AGAPE, Kupang-NTT
Sekolah Minggu Dewasa: Minggu jam 16 00-17 00 Wita
Kebaktian Minggu Sore: 17 00-18 30 Wita
d/a Hotel Cendana, Lantai 2
Jln Eltari I, Kupang-NTT, hp. 0821 2419 8797