imagesMeterai merupakan suatu penjamin kepemilikan atau tanda kepemilikan. Orang Kristen yang mengimani bahwa baptisan merupakan tanda meterai adalah orang Kristen yang mengimani bahwa baptisan menyelamatkan atau selamat oleh perbuatan (salvation by Work). Orang Katolik adalah kelompok pertama yang mengimani baptisan adalah tanda meterai, sebab dalam pandangan iman katolik semua bayi yang lahir terikat dosa asal dari Adam dan untuk membersihkan dosanya maka diperlukan baptisan sebagai pembasuh dosa untuk menuju jalan keselamatan. Sedangkan kelompok yang kedua yang mengimani baptisan sebagai tanda meterai adalah kelompok pecahan dari Katolik yakni Protestan, sebagai besar kalangan Protestan mengimani bahwa baptisan merupakan tanda meterai penganti sunat, walaupun kelompok ini mengumandangkan bahwa keselamatan hanya oleh kasih karunia namun dalam prakteknya mereka masih menerima sebagian besar iman Katolik seperti baptisan sebagai tanda meterai.

 

 
PANDANGAN ALKITAB

 

 
Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, KETIKA KAMU PERCAYA, DIMETERAIKAN dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Efesus 1: 13

 
Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita. 2 Korintus 1: 21-22

 
Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Efesus 4: 30

 
Penjelasan Alkitab mengenai siapa pemberi meterai Allah, Siapa penerima meterai Allah, Bagaimana cara menerima meterai Allah dijelaskan secara tepat dan akurat. Alkitab adalah sumber kebenaran absolut, yang pasti, yang tidak boleh ditambah atau pun dikurangi. Iman Kristen yang sehat dibangun di atas pengajaran Alkitab, bukan kesaksian-kesaksian subyektif ataupun aturan-aturan manusia. Orang yang berhikmat dan sehat dalam iman akan mengunakan Alkitab sebagai alat penguji kebenaran atas segala ajaran yang akan diimaninya, oleh sebab itu mari kita uji kebenaran mengenai baptisan tanda meterai, apakah ini adalah iman yang benar atau iman yang salah.

 
Seseorang menerima meterai Allah melalui proses upacara baptisan yang diimani oleh sebagian besar orang Kristen ternyata tidak sesuai dengan ajaran Alkitab. Efesus 1: 13 menyatakan bahwa meterai bukan diberikan melalui proses upacara baptisan melainkan proses seseorang menerima Injil Kristus “…karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, KETIKA KAMU PERCAYA, DIMETERAIKAN.” Menerima Injil Kristus dengan segenap hati, jiwa , akal budi dan kekuatan merupakan proses seseorang mengalami pemeteraian atau yang di dalam Roma 4: 11 menerima meterai kebenaran, yang bukan berdasarkan pada sunat lahiriah melainkan pada sunat hati.

 
Orang Kristen yang mengimani bahwa baptisan adalah penganti sunat adalah orang Kristen yang tidak memahami mengenai perkembangan pewahyuan sistem tata ibadah. Di masa ibadah dalam Roh dan kebenaran tidak ada upacara lahiriah yang mendatangkan janji keselamatan, termasuk baptisan. Pada masa ibadah simbolik Allah mengunakan simbol-simbol lahiriah untuk menyatakan kekudusan dan kebenaranNya. Simbol-simbol lahiriah, termasuk segala macam upacara lahiriah tidak digunakan Allah lagi untuk menyatakan kekudusan dan kebenaran di masa ibadah dalam Roh dan kebenaran, karena di masa ibadah dalam Roh dan kebenaran yang diutamakan adalah hati yang telah dikuduskan dan dibenarkan oleh Yesus Kristus (1 Korintus 1: 30, Kolose 2: 16-17).

 
Dalam 2 Korintus 1: 21-22 Allah sendirilah yang memberikan meterai kepada orang-orang kepunyaanNya, “…Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita.” Dalam memberikan meterai, Allah tidak mengunakan perantaran melalui proses baptisan yang diimani oleh sebagian orang Kristen, orang yang mengimani bahwa penerimaan meterai Allah melalui baptisan adalah orang yang mengimani iman yang salah, sebab Alkitab menjelaskan bahwa pada masa ibadah dalam Roh dan kebenaran Allah sendirilah yang memberikan meterai tanpa melalui perantara apapun dan siapapun.

 
Dalam Efesus 1: 13 orang yang menerima meterai dari Allah adalah orang yang telah menerima Injil keselamatan, “Di dalam Dia kamu juga–karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu–di dalam Dia kamu juga, KETIKA KAMU PERCAYA, DIMETERAIKAN dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.” Artinya mereka yang menerima meterai dari Allah adalah mereka yang sudah percaya. Membaptis bayi dengan tujuan mendapatkan meterai Allah adalah sebuah tindakan iman yang salah, yang dihasilkan dari sebuah kesalahtafsiran Alkitab oleh beberapa pemimpin gereja atau organisasi gereja. Oleh sebab itu, adalah lebih baik menguji setiap ajaran sebelum mengimaninya sebagai sebuah kebenaran dalam hidup ( 1 Tesalonika 5: 21).

 
Orang tua yang berpikir bahwa dengan membaptis bayi maka akan mendapat meterai Allah adalah orang tua yang sudah terpengaruh oleh ajaran yang tidak Alkitabiah atau orang tua yang melakukannya karena sebuah tradisi bukan karena mencintai Tuhan. Tindakan demikian menyakitkan hati Allah, seperti ungkapan Tuhan Yesus dalam Markus 7: 6-8, “…Benarlah nubuat Yesaya tentang kami, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku, percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan adalah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”

 
Dapatkah kita mengatakan bahwa bayi yang dibaptis telah dimeteraikan Allah kalau pada akhirnya dia dewasa hingga meninggal tidak pernah menerima Kerajaaan Allah dan kebenaranNya di dalam hidupnya kemudian mati masuk Neraka, adakah milik kepunyaan Allah, yang telah dimeteraikan Allah berada dalam Neraka? Orang yang berhikmat dan berpikiran sehat pastilah bisa memikirkan hal ini dan tidak akan melakukan tindakan iman yang salah. Dalam Efesus 4: 30 menjelaskan bahwa Allah memberikan meterai pada seseorang pada waktu hari penyelamatannya atau pada waktu ia menerima firman kebenaran yaitu injil dalam hidupnya, pada waktu itulah ia diberikan meterai sebagai milik Allah atau mendapat jaminan kepastian masuk Surga. Renungkan dan pikirkanlah kebenaran ini, kawanku 

 

 

Bagi Anda yang ingin belajar kebenaran dan butuh bimbingan silahkan hubungi nomor ini 0821 2419 8797