Dewasa ini banyak orang Kristen gemar bersaksi atas kesembuhan yang mereka alami, bahkan ada persekutuan-persekutuan doa, serta gereja-gereja tertentu yang mendorong orang untuk bersaksi untuk hal-hal jasmani-lahiriah, sehingga ruang kesaksian dalam persekutuan doa atau gereja demikian memiliki tempat yang istimewa dalam kebaktian mereka. Namun banyak dari mereka yang gemar bersaksi tidak pernah mencari tahu kebenaran di dalam Alkitab, sehingga mereka tidak menyadari bahwa tindakan mereka tersebut sebenarnya dilarang Tuhan. Mereka yang giat bersaksi atas kesembuhan jasmani adalah orang Kristen yang giat untuk Tuhan tanpa pengertian yang benar, sehingga mereka mendirikan kebenaran mereka sendiri, Lihat Roma 10: 1-3.

 

Dalam Matius 8: 1-4 menceritakan mengenai seseorang yang datang kepada Tuhan Yesus dengan penuh iman, bahwa Tuhan Yesus dapat menyembuhkannya dari penyakit Kusta. Atas keyakinannya pada Tuhan tersebut, Tuhan Yesus menyembuhkannya dari penyakit Kusta. Sesudah menyembuhkan orang tersebut, Tuhan Yesus melarangnya untuk bersaksi atas kesembuhan kepada siapapun, “Lalu Yesus berkata kepadanya: “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka” (Matius 8: 4).

 

Dalam Matius 8: 2 orang yang sakit Kusta yang datang kepada Yesus adalah seseorang yang sangat yakin bahwa Yesus sanggup menyembuhkan, jika Yesus ingin menyembuhkannya. “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku” itulah kalimat yang keluar dari mulut orang yang sakit kusta ketika memohon belas kasihan dari Tuhan Yesus, walaupun ia sangat ingin disembuhkan namun ia datang kepada Yesus dengan keyakinan jika Yesus mau maka ia sembuh dan sebaliknya jika Yesus tidak mau maka ia tidak sembuh, sebuah sikap hati yang berbeda dengan para pesaksi saat ini. Para persaksi kesembuhan saat ini justru memberi kesan pada para pendengar bahwa kalau sakit berdoa, pasti Tuhan Yesus sembuhkan. Ternyata tidak semua permohonan kesembuhan dari Tuhan, Tuhan jawab dengan kesembuhan seperti yang dialami Rasul Paulus dalam 2 Korintus 12: 7-9 dimana permohonannya pada Tuhan tidak dijawab sesuai dengan keinginannya.

 

Orang kristen yang sakit seringkali jadi bulan-bulanan Iblis, saat penyakitnya tidak sembuh maka iblis melalui para pendoa yang tidak mengenal kebenaran menawarkan berbagai cara seperti berdoa dikuburan, memperbaiki kuburan, siram rampe, bakar lilin atau meneteskan darah ayam pada tempat tertentu untuk disembuhkan. Mungkin saja orang tersebut sembuh sesudah adakan ritual demikian, namun tidak benar-benar total sembuh karena sewaktu-waktu penyakit tersebut datang kembali menyerang dan biasanya hal tersebut terjadi berulang-ulang sampai si penderita meninggal dunia. Walaupun banyak yang meninggal namun masih banyak juga orang Kristen yang terkecoh dengan cara Iblis yang disusupkan melalui para pendoa yang tidak cinta kebenaran. Kita harus sadar bahwa tidak semua doa kita dijawab sesuai dengan keinginan kita. Sikap orang yang sakit kusta dalam Matius 8: 2 membuktikan bahwa ia sangat yakin Tuhan sanggup sembuhkannya jika Tuhan mau namun jika tidak maka ia tidak sembuh, sikap yang demikianlah yang harus dimiliki orang sakit, yang berharap kesembuhan dari Tuhan. Sehingga jika tidak disembuhkanpun ia tidak akan kecewa pada Tuhan.

 

Dalam Matius 8: 3 Tuhan Yesus menjawab permohonan orang yang sakit kusta tersebut dengan menyembuhkannya sesuai dengan keyakinannya jika Tuhan Yesus mau maka ia sembuh dan Tuhan mau ia sembuh dan ia pun sembuh. Tuhan menyembuhkan orang yang sakit kusta tersebut atas dasar keyakinannya bahwa apapun yang terjadi sesudah permohonannya merupakan keinginan Tuhan, ia sembuh atau tidak sembuh semua berdasarkan keinginan Tuhan, ia percaya pada kedaulatan Tuhan. Seringkali orang yang sakit kecewa dengan Tuhan sebab walaupun sudah berdoa penyakitnya tidak disembuhkan, ia kecewa bahkan ada yang akhirnya meninggalkan Tuhan. Orang Kristen yang kecewa dengan Tuhan karena doanya tidak dijawab sesuai dengan keinginannya adalah orang kristen yang tidak mengerti kebenaran dan yang tidak percaya pada kedaulatan Allah, dan doa orang Kristen yang demikian seringkali tidak dijawab Tuhan sebab doanya hanya untuk memuaskan keinginannya bukan keinginan Tuhan (Yakobus 4: 3). Tuhan Yesus menjawab permohonan orang yang sakit kusta tersebut oleh sebab orang tersebut percaya pada kedaulatanNya, percaya bahwa segala sesuatu ada dalam kendali Tuhan, dan membuktikan bahwa orang tersebut percaya bahwa Yesus adalah Allah. Itu sebabnya bila ada yang sakit, saya sering doakan bila Tuhan mau maka sembuh dan berharap Tuhan sembuhkan namun bila Tuhan tidak sembuhkan pun saya jelaskan bahwa itu pun berdasarkan maunya Tuhan, Tuhan kita adalah Tuhan yang berdaulat. Jadi lucu kalau ada pendeta atau pendoa yang selalu membesar-besarkan diri atau klaim bahwa siapapun yang minta didoakan padanya pasti sembuh dari penyakit. Ingat, jika Tuhan mau, bukan maunya kita.

 

Matius 8: 4 adalah bagian yang sangat menarik, sebab bagian ini adalah bagian sangat bertentangan dengan kelakuan beberapa pemimpin peresekutuan atau pendeta yang suka mendorong orang-orang yang mengalami kesembuhan karena doa atau pelayannya untuk bersaksi atas kesembuahannya. Tuhan Yesus melarang orang yang disembuhkan dari penyakit kusta olehNya memberi kesaksian kesembuhannya pada siapapun, “Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun,….” Larangan Tuhan Yesus tersebut ada dasar tujuan kedatanganNya. Tujuan utama Tuhan Yesus datang bukan untuk menyembuhkan penyakit jasmani melainkan penyakit rohani yaitu dosa, sehingga yang Tuhan inginkan bukan kesaksian kesembuhan jasmani melainkan kesaksian kesembuhan rohani yaitu kesaksian keselamatan atau lahir baru. Kesaksian kesembuhan jasmani hanya akan mendorong orang-orang datang pada Yesus untuk memenuhi tuntutan jasmani-lahiriah bukan untuk hal rohani.

 

Orang yang mengaku dirinya hamba Tuhan yang suka bersaksi atas kesembuhan atau yang suka mendorong orang bersaksi atas kesembuhan adalah orang yang tidak mengerti kebenaran, yang hanya akan menjerumuskan iman orang lain kepada pengertian yang salah akan firman Tuhan. Tuhan melarang untuk kesaksian kesembuhan karena Tuhan tidak ingin orang mengikut Dia oleh sebab hal-hal yang bersifat duniawi. Justru melalui kesaksian-kesaksian kesembuhan banyak orang Kristen menjadi pengikut Yesus yang tidak jelas atau tidak mengerti kebenaran. Iman mereka bukan dibangun atas dasar Firman Kristus (Roma 10: 17) melainkan atas dasar pengalaman, perasaan dan kesaksian-kesaksian yang tidak menfokuskan keinginan orang untuk belajar kebenaran (Yohanes 8: 31-32).

 

Untuk Anda yang ingin belajar kebenaran, silahkan hadiri PA dan Kebaktian Kami:
GBIA AGAPHE, KUPANG
Kebaktian Umum, Minggu Jam 17 00 -19 00 Witeng
Sesudah kebaktian ada tanya-jawab Alkitab
Di Hotel Cendana, Lantai 2 (Aula Kecil)
Jln. Eltari I, Kupang-NTT
Hp. 0821 24198797